“Tugas polisi dalam menjaga keamanan tidak hanya dengan menangkap pelaku kejahatan, tetapi juga melalui pendekatan persuasif seperti penyuluhan dan silaturahmi dengan kelompok masyarakat. Kami pun membutuhkan bimbingan dan siraman rohani dari para ulama agar keimanan anggota kepolisian tetap terjaga,” ungkapnya.
Terkait maraknya aksi geng motor di Jambi, ia menjelaskan bahwa Polda Jambi telah menerapkan pola proaktif dalam mengatasi permasalahan ini.
Pola ini memungkinkan polisi untuk bertindak lebih cepat tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat. Begitu mendapat informasi, aparat kepolisian langsung turun ke lapangan untuk melakukan penindakan guna menjaga ketertiban.
Dengan adanya silaturahmi ini, diharapkan hubungan antara MUI dan Polda Jambi semakin erat, sehingga kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam membangun kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian serta meningkatkan peran agama dalam membentuk moralitas masyarakat yang lebih baik.
Sinergi antara ulama dan kepolisian bukan hanya memperkuat keamanan, tetapi juga memberikan pencerahan bagi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya menjaga ketertiban dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Polda Jambi dan MUI berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam mewujudkan Jambi yang aman, damai, dan religius. (one)







