Bahkan, komunitas ojol telah mengumpulkan bukti berupa nomor polisi kendaraan yang diduga menabrak korban dan melarikan diri, yakni BH-4394-VO. Eva yakin ini bisa menjadi petunjuk utama bagi polisi.
“Pelat motor sudah ada kan, tinggal cek aja. Bisa keluar namanya, alamatnya. Kami percaya ini bisa diusut,” tambahnya.
Selain meminta keadilan, rekan-rekan ojol juga berharap agar perusahaan aplikasi tempat Bude Tiwi bekerja memberikan hak-hak yang seharusnya diterima oleh keluarga korban.
Marwan, salah satu rekan ojol, menambahkan bahwa saat kejadian, korban sedang mengantar pesanan makanan dari Kebun Handil ke Puri Mayang.
“Beliau sedang bekerja mencari nafkah, mengantar makanan. Kami ingin keadilan bagi almarhumah dan keluarganya,” tegas Marwan.
Kompol Aulia menegaskan bahwa saat ini, pihaknya tengah mengejar pengendara yang menabrak korban dan melarikan diri. Sementara itu, Azkar Fikran, yang terlibat dalam kecelakaan pertama, saat ini masih menjalani perawatan medis karena mengalami luka ringan.
“Untuk pengendara yang menabrak korban satu di rumah sakit alami luka ringan dan satu dalam proses pengejaran,” ujar Aulia.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Harapan besar disematkan kepada pihak kepolisian agar bisa segera menangkap pelaku yang melarikan diri dan memberikan keadilan bagi Bude Tiwi serta keluarganya.
Semoga tragedi ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pengguna jalan agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab atas keselamatan sesama. (one)






