“Jalan tersebut akan terus longsor dan berpotensi terputus,” katanya.
Sementara itu, Kades Petajen, Sumiati mengatakan, ambruknya jalan penghubung tersebut dampak dari aktivitas pembuatan parit gajah yang dilakukan perusahaan perkebunan Nusantara IV.
Kata dia, pembuatan parit gajah yang dilakukan PTPN IV guna mengantisipasi terjadinya pencurian buah sawit.
Bahkan, sebelum bekerja pihak PTPN IV tidak ada komunikasi bersama Pemerintah Desa.
“Karena struktur tanah yang dinilai lembut dan mengandung pasir sangat rentan terjadinya amblas. Perusahaan perkebunan PTPN IV harus bertanggung jawab dan segera melakukan perbaikan jalan tersebut sebelum terputus,” pungkasnya. (one)







