Hati-Hati! Ini Kebiasaan yang Bisa Bikin Berat Badan Naik Saat Puasa

Ilustrasi buka puasa. (Foto: shutterstock)

Portalone.net – Puasa Ramadan sering kali dikaitkan dengan kesempatan untuk menurunkan berat badan. Namun, kenyataannya, banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan selama bulan suci ini. Apa yang sebenarnya menyebabkan hal ini terjadi?

Ternyata, ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari bisa membuat berat badan melonjak saat puasa. Jika tidak dihindari, usaha menurunkan berat badan bisa sia-sia. Berikut beberapa penyebab utama yang perlu diwaspadai:

Bacaan Lainnya

1. Kalap Saat Berbuka Puasa

Saat azan Magrib berkumandang, rasa lapar yang menumpuk sepanjang hari sering kali membuat seseorang tergoda untuk makan dalam jumlah besar sekaligus. Akibatnya, banyak orang mengonsumsi makanan dalam porsi berlebihan tanpa memperhatikan kandungan gizinya.

Gorengan, kolak, serta makanan tinggi gula dan lemak menjadi pilihan utama yang dikonsumsi tanpa batasan. Padahal, jenis makanan ini bisa menyebabkan lonjakan kalori yang berujung pada kenaikan berat badan.

Baca Juga:  Manfaat Salat Tarawih bagi Kehidupan Spiritual dan Kesehatan

2. Kurang Asupan Protein dan Serat Saat Sahur

Menurut dokter spesialis gizi, Putri Sakti, salah satu faktor yang menyebabkan berat badan naik saat puasa adalah kurangnya asupan protein dan serat saat sahur. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga rasa kenyang lebih lama. Tanpa cukup protein dan serat, seseorang akan mudah merasa lapar dan akhirnya makan berlebihan saat berbuka.

3. Mengandalkan Makanan Manis dan Tinggi Lemak

Banyak orang berpikir bahwa makanan manis adalah sumber energi yang cepat setelah berpuasa. Padahal, konsumsi gula berlebihan justru bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang diikuti dengan rasa lapar lebih cepat.

Begitu pula dengan makanan tinggi lemak yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh.

4. Kurang Aktivitas Fisik

Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru, kurangnya aktivitas fisik selama Ramadan dapat menyebabkan metabolisme melambat, sehingga kalori yang dikonsumsi lebih sulit terbakar.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait