Sistokel: Penyebab, Gejaja, Pengobatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

sistokel-doktersehat

DokterSehat.Com – Sistokel adalah kondisi di mana kandung kemih turun ke vagina. Posisi kandung kemih seharusnya berada di atas vagina. Ketika otot dan jaringan pendukung yang membatasi vagina dan kandung kemih melemah, kandung kemih dapat turun ke vagina dan kondisi ini disebut dengan sistokel atau kandung kemih turun. Ketahui selengkapnya tentang sistokel melalui artikel ini!

Apa Itu Sistokel?

Sistokel disebut juga dengan kandung kemih turun. Sistokel adalah kondisi di mana kandung kemih turun ke vagina sehingga menimbulkan tonjolan pada vagina.

Kandung kemih merupakan organ berongga, berotot, dan berbentuk balon yang akan mengembang saat terisi dengan urin. Ketika berkemih, kandung kemih akan dikosongkan dan urin akan melalui uretra yang merupakan saluran berbentuk tabung yang membara urin keluar dari tubuh. Uretra terletak di bawah kandung kemih.

Vagina juga merupakan saluran berbentuk tabung dan letaknya berada di samping uretra. Vagina menghubungkan rahim atau uterus dengan bagian luar tubuh. Sistokel ini terjadi ketika otot antara vagina dan kandung kemih melemah atau meregang.

Berdasarkan tingkat keparahannya, sistokel dibagi menjadi 3 tingkatan:

  • Tingkat 1 (ringan): Kandung kemih hanya turun sedikit ke vagina
  • Tingkat 2 (sedang): Kandung kemih turun ke lubang vagina.
  • Tingkat 3 (parah): Kandung kemih menonjol melalui pembukaan vagina.

Penyebab Sistokel

Penyebab sistokel adalah melemah atau meregangnya otot dan jaringan pendukung antara kandung kemih dan vagina. Kondisi ini menyebabkan kandung kemih turun dari posisi normal dan membesar ke dalam vagina atau melalui lubang vagina.

Sistokel dapat terjadi akibat rusaknya otot dan jaringan yang menahan organ panggul di dalam panggul. Organ yang termasuk organ panggul adalah termasuk vagina, leher rahim, rahim, kandung kemih, uretra, dan usus kecil.

Kondisi yang dapat menyebabkan rusak atau melemahnya otot-otot panggul dan jaringannya adalah seperti:

  • Persalinan vaginal
  • Sembelit
  • Batuk keras kronis
  • Aktivitas fisik intens, termasuk mengangkat beban berat
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Histeroktomi
  • Penuaan dan penurunan hormon estrogen. Wanita akan menghasilkan lebih sedikit estrogen ketika memasuki menopause.

Gejala Sistokel

Gejala sistokel sering kali tidak muncul pada kasus sistokel ringan. Sedangkan gejala sistokel yang mungkin muncul adalah seperti:

  • Tonjolan pada vagina
  • Sensasi berat, penuh atau sakit pada panggul
  • Sering buang air kecil atau sekedar muncul keinginan untuk buang air kecil
  • Retensi urin atau kesulitan mengosongkan kandung kemih
  • Inkontinensia atau kesulitan mengendalikan kandung kemih. Kondisi ini dapat menyebabkan urin keluar saat Anda melakukan gerakan seperti batuk, bersin, tertawa, atau bergerak yang menciptakan tekanan terhadap kandung kemih.
  • Sakit ketika melakukan hubungan seksual
  • Sering mengalami infeksi saluran kemih.

Keparahan gejala pada setiap orang dapat berbeda-beda bergantung pada keparahan penyakit. Jika mengalami salah satu gejala sistokel di atas, segera konsultasikan diri ke dokter untuk memastikan kondisi Anda.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait