Isu Badai Matahari 2026 Picu Gempa dan Tsunami Viral

Ilustrasi Matahari dan Aktivitas Badai Geomagnetik yang Berpotensi Mengganggu GPS dan Komunikasi Satelit.

Portalone.net – Informasi di media sosial yang menyebut badai matahari pada 20 Januari 2026 dapat memicu gempa bumi dan tsunami ramai diperbincangkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, badai matahari tidak menyebabkan bencana geologi seperti gempa dan tsunami.

Ketua Tim Geofisika Potensial BMKG Muhamad Syirojudin menyatakan narasi tersebut keliru. “Tentu tidak,” kata Syirojudin saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026). Menurut dia, dampak badai matahari di Indonesia relatif terbatas karena berada di wilayah khatulistiwa.

Bacaan Lainnya

Syirojudin menjelaskan, secara geomagnetik Indonesia berada pada lintang rendah. Selain itu, wilayah ekuator mendapat perlindungan alami dari fenomena equatorial electrojet, yakni arus kuat di sekitar ekuator yang membantu membelokkan partikel bermuatan berenergi tinggi dari aktivitas Matahari. Karena faktor ini, risiko induksi arus pada jaringan listrik tidak sebesar negara-negara lintang tinggi.

Baca Juga:  Diskon Listrik 50% Mulai Berlaku, Pelanggan Bisa Hemat Lebih Banyak

“Tidak ada bencana secara fisik,” ujarnya.

Sebelumnya, Pusat Prediksi Cuaca Antariksa Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) melaporkan adanya badai matahari yang menghantam Bumi sejak 19 Januari 2026. Fenomena tersebut disebut sebagai salah satu yang terkuat sejak 2003 dan berdasarkan pemantauan satelit GOES dikategorikan sebagai badai radiasi matahari skala berat.

Meski tidak memicu gempa maupun tsunami, BMKG menyebut ada sejumlah dampak yang mungkin dirasakan di Indonesia, terutama pada layanan berbasis satelit dan komunikasi.

Pertama, akurasi GPS berpotensi menurun sementara, khususnya pada sistem navigasi presisi tinggi seperti pemetaan dan navigasi penerbangan. Gangguan dapat berupa penurunan akurasi hingga kehilangan sinyal sesaat pada waktu tertentu.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait