Francesco Bagnaia Linglung Usai Kecelakaan di MotoGP Emilia Romagna

Francesco Bagnaia linglung usai kecelakaan di MotoGP Emilia Romagna 2024
Francesco Bagnaia linglung usai kecelakaan di MotoGP Emilia Romagna 2024 (Foto: Instagram/@pecco63)

Portalone.net, MotoGP – Francesco Bagnaia linglung usai mengalami kecelakaan di MotoGP Emilia Romagna 2024. Kepala pembalap tim Ducati Lenovo itu dipenuhi tanda tanya.

Setelah memenangkan Sprint Race MotoGP Emilia Romagna 2024, Pecco jelas menjadi unggulan dalam balapan utama di Sirkuit Misano World Marco Simoncelli, Misano Adriatico, Italia, Minggu 22 September 2024 malam WIB. Apalagi, ia memulainya dari posisi terdepan. Namun ternyata, takdir berkata lain.

Bacaan Lainnya

Begitu balapan dimulai, Pecco langsung kehilangan tempat terdepan karena didahului oleh Jorge Martin. Beberapa lap kemudian, ia terus merosot ke posisi ketiga usai disusul oleh rekan setimnya, Enea Bastianini.

Baca Juga: AHM No Longer Sells Honda PCX Hybrid, Ready to Boost Electric Motorcycles

Bintang asal Italia itu pun perlahan semakin ketinggalan jauh dari dua pembalap tersebut. Namun, setelah itu Pecco bisa bangkit dan mulai mendekat tetapi pada akhirnya malah terjatuh saat balapan tersisa delapan lap lagi sehingga harapannya untuk naik podium sirna begitu saja.

Baca Juga:  Jadwal MotoGP Mandalika 2024

Pecco menjelaskan sebenarnya dirinya sudah merasakan beberapa masalah pada motornya saat sesi warm-up lap alias putaran pemasanan. Setidaknya, ia tiga kali nyaris terjatuh sebelum akhirnya benar-benar tersungkur memasuki tahap akhir balapan.

“Saya nyaris tergelincir untuk pertama kali di tikungan terakhir putaran pemanasan. Saya mengalami selip roda belakang berikutnya pada lap pertama di tikungan 14, roda depan pertama selip di tikungan 14,” ungkap Bagnaia, dikutip dari Speedweek, Senin (23/9/2024).

“Perasaannya mirip dengan kecelakaan saya di Barcelona tahun lalu, tapi untungnya trek di Misano memiliki cengkeraman yang lebih baik,” imbuh pria asal Turin itu.

Masalah Ban Depan

Lebih lanjut, Bagnaia merasakan hal aneh lainnya. Setelah kecepatannya kurang maksimal di tahap awal balapan, ia mulai bangkit dan bisa memecahkan rekor lap terbaik di Sirkuit Misano dengan waktu 1 menit 30,8 detik.

“Itu sangat aneh. Meski saya memberikan segalanya, saya awalnya terjebak pada waktu tertinggi 1 menit 31 detik,” ucap rider berusia 27 tahun itu.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait