Portalone.net – Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat sejumlah negara sekutu mulai ambil ancang-ancang untuk cuci tangan. Tiga negara besar Eropa – Prancis, Italia, dan Spanyol secara tegas menyatakan enggan terseret lebih jauh dan menolak memberikan bantuan logistik maupun akses wilayah bagi militer AS dan Israel.
Prancis menjadi negara pertama yang mengambil langkah berani. Melansir Reuters, Paris dikabarkan tidak mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk mengangkut persenjataan AS yang ditujukan guna menggempur Iran.
Langkah ini disebut-sebut sebagai penolakan paling nyata dari Prancis sejak Presiden Donald Trump gencar mendesak sekutu NATO untuk pasang badan melawan serangan balasan Iran. Meski begitu, hingga kini pihak Istana Elysee maupun Kementerian Luar Negeri Prancis masih bungkam dan belum memberikan konfirmasi resmi.
Italia Usir Pesawat Militer AS dari Sisilia
Tak hanya Prancis, Italia juga menunjukkan sikap serupa. Pemerintah Italia dilaporkan melarang pesawat militer AS yang tengah menuju Timur Tengah untuk mendarat di pangkalan militer Sigonella, Sisilia.
Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, menolak permintaan tersebut justru saat pesawat-pesawat AS sudah berada di udara. Berdasarkan laporan lembaga penyiaran RAI, pihak militer AS dianggap melompati prosedur diplomatik.
“Tidak ada permintaan izin atau konsultasi dengan pimpinan militer Italia,” bunyi laporan RAI, dikutip Rabu (1/4/2026).
Pihak Italia menegaskan bahwa penerbangan tersebut bukan merupakan aktivitas logistik biasa yang tercakup dalam perjanjian kerja sama militer kedua negara, sehingga izin mendarat dicabut seketika.
Baca Juga:
Spanyol Sebut Operasi AS-Israel “Ilegal”
Langkah paling keras datang dari Madrid. Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, menegaskan bahwa negaranya tidak akan meminjamkan sejengkal pun wilayah udara maupun pangkalan militer untuk operasi gabungan AS dan Israel di Iran.
Bahkan, Spanyol secara blak-blakan melabeli manuver militer yang dipimpin AS tersebut sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional.
“Sangat ilegal,” tegas Robles merujuk pada aktivitas militer tersebut.
Sikap dingin dari trio Eropa ini menjadi sinyal kuat retaknya kekompakan NATO dalam menghadapi isu Timur Tengah, di saat AS terus berupaya menggalang kekuatan untuk membendung serangan dari Teheran.







Komentar (0)
Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!