Fenomena Anak Muda Dinilai Makin Malas Berpikir dan Sulit Dapat Kerja

Seorang remaja yang sedang asik bermain handphone. (Foto: Freepik)

“Dunia kerja menuntut disiplin, ketekunan, dan kemampuan problem solving. Jika sejak dini anak tidak dibiasakan berpikir kritis dan mandiri, maka ketika masuk dunia kerja mereka akan mengalami kesulitan beradaptasi,” katanya.

Selain aspek intelektual, perubahan sikap dan tata krama juga menjadi perhatian. Sejumlah guru menilai terjadi pergeseran nilai sopan santun dalam interaksi sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Minimnya interaksi tatap muka akibat dominasi komunikasi digital disebut berkontribusi terhadap perubahan tersebut.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa tidak semua anak muda mengalami kondisi yang sama. Banyak pula generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, bahkan menciptakan peluang kerja baru melalui ekonomi digital.

Pakar pendidikan mengingatkan pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam membimbing penggunaan teknologi secara bijak. Pembatasan waktu layar, penguatan literasi, serta penanaman nilai disiplin dan tanggung jawab dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk karakter dan daya saing generasi muda di masa depan.

Baca Juga:  Bahaya Sosial Media Mengintai Remaja di Bawah Umur

“Teknologi bukan musuh. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita menggunakannya. Jika diarahkan dengan benar, justru teknologi bisa menjadi alat untuk meningkatkan kualitas generasi,”.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *