“Anda jangan ngatur saya! Saya ini Ketua Komisi III, saya yang memimpin rapat ini. Anda di sini tamu,” tegas Habiburokhman dengan nada tinggi sembari memukul meja.
Instruksi Pengusiran
Ketegangan tidak mereda meski perwakilan pengembang mencoba mengklarifikasi maksud perkataannya. Habiburokhman menilai pihak pengembang tidak memiliki etika dalam mengikuti persidangan di parlemen.
Tanpa basa-basi, ia langsung meminta petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR RI untuk mengeluarkan perwakilan PT HDP dari ruang rapat.
“Pamdal, tolong ini dikeluarkan saja. Keluar! Anda tidak menghargai institusi ini. Kita mau cari solusi, bukan mau dengar Anda mendikte pimpinan rapat,” perintahnya.
Petugas Pamdal pun segera menghampiri kursi pihak pengembang dan mengawal mereka keluar dari Ruang Rapat Komisi III. Setelah insiden tersebut, rapat sempat diskors selama beberapa menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali dengan agenda mendengarkan aspirasi dari warga Bekasi yang terdampak.
Duduk Perkara
Kasus ini mencuat setelah warga perumahan di Bekasi mengadu ke Komisi III DPR RI terkait sulitnya mendapatkan akses dan izin untuk membangun tempat ibadah (musala) di lingkungan mereka. Warga menuding pihak pengembang sengaja menghambat proses tersebut, sementara pihak pengembang berdalih adanya aturan tata ruang yang belum terpenuhi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Hasana Damai Putra (HDP) belum memberikan keterangan resmi terkait insiden pengusiran tersebut.






