-
Standar Kebersihan Internasional: Pengelolaan limbah dan sirkulasi udara yang lebih modern.
-
Digitalisasi UMKM: Kewajiban transaksi non-tunai (QRIS) dan integrasi dengan platform logistik.
-
Integrasi Transportasi: Menghubungkan pasar-pasar besar dengan jalur TransJakarta dan MRT/LRT.
Kawasan Pasar Baru di Jakarta Pusat ditargetkan menjadi salah satu proyek percontohan (pilot project) yang akan rampung pada pertengahan 2026. Kawasan ini akan diubah menjadi creative hub yang menggabungkan unsur sejarah dengan fasilitas modern.
“Pasar Baru akan kita tata ulang total. Kita kembalikan kejayaannya sebagai ikon Jakarta. Saya ingin nanti kalau ada gubernur dari negara lain atau delegasi asing datang, salah satu destinasi wajibnya adalah pasar kita,” tambah Pramono.
Meski ambisius, Pramono menyadari tantangan terbesar ada pada perubahan budaya pedagang dan pengunjung. Oleh karena itu, Pemprov DKI akan melakukan pendampingan intensif agar transisi menuju “Pasar Kelas Dunia” ini tidak mematikan mata pencaharian pedagang kecil, melainkan justru memperluas pasar mereka.
Langkah ini merupakan bagian dari visi besar Jakarta menuju 50 besar Kota Global, di mana infrastruktur dasar seperti pasar tradisional menjadi indikator penting kualitas hidup warganya.






