Portalone.net – Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan jawaban resmi Pemerintah Provinsi Jambi atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu (8/4/2026), Al Haris membedah rapor pembangunan mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur.
Al Haris menegaskan bahwa capaian sepanjang 2025 merupakan hasil kerja kolektif, meski ia mengakui masih ada beberapa catatan yang perlu dievaluasi untuk tahun mendatang.
Di sektor kesehatan, Jambi menorehkan prestasi dengan menempati peringkat ke-9 nasional untuk keberhasilan pengobatan TBC yang mencapai 87 persen. Selain itu, 72,72 persen wilayah Jambi kini sudah dinyatakan bebas malaria.
Namun, Al Haris memberikan catatan khusus pada angka stunting. “Angka stunting tercatat meningkat menjadi 17,1 persen pada 2025. Meski ini masih di bawah angka nasional (19,8 persen), intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak akan semakin kita perkuat di 2026,” ujar Al Haris.
Beberapa poin penting kesehatan lainnya:
-
Ibu Hamil KEK: Turun menjadi 9,6 persen (melampaui target nasional 9,7 persen).
-
RSUD Raden Mattaher: Masalah kekurangan tempat tidur tuntas teratasi.
-
Utang RSUD: Kewajiban Rp 122,38 miliar akan dicicil Rp 5 miliar per bulan mulai 2026.
Pendidikan: Serapan Lulusan SMK Moncer
Sektor pendidikan menunjukkan performa positif dengan realisasi fisik mencapai 99,79 persen. Salah satu indikator keberhasilan yang disorot adalah meningkatnya daya serap lulusan SMK ke dunia kerja.
“Tingkat penyerapan lulusan SMK meningkat menjadi 86,86 persen. Ini berkat kebijakan link and match dengan industri perkebunan, manufaktur, dan pariwisata,” jelasnya.
Pemprov Jambi juga mencatat:
-
Beasiswa: Disalurkan kepada 446 mahasiswa (S1-S3) dan 4.800 siswa SMA/SMK/SLB.
-
Angka Tidak Sekolah (ATS): Sebanyak 40.762 anak menjadi fokus intervensi jalur afirmasi di 2026.
-
Digitalisasi: 100 persen SMA/SMK sudah terjangkau internet.
Progres Jalan Khusus Batubara & Fiskal
Menjawab persoalan klasik di Jambi, Al Haris membeberkan progres jalan khusus batubara. Saat ini, pembangunan oleh PT Inti Bangun Sarana telah mencapai 86 persen. Terkait jalan Padang Lamo di Tebo, perbaikan sudah mulai berjalan sejak Februari 2026.
Dari sisi keuangan, kemandirian fiskal Jambi terus digenjot.
-
PAD 2025: Berkontribusi 43,03 persen terhadap APBD.
-
Target 2026: PAD dipatok naik menjadi 51,76 persen melalui digitalisasi pajak.
-
DBH Minerba: Tembus 100 persen dengan total iuran produksi mencapai Rp 105,96 miliar.
Reformasi Birokrasi Naik Kelas
Tata kelola pemerintahan Jambi juga mendapat rapor hijau. Predikat Reformasi Birokrasi (RB) naik dari B menjadi BB. Al Haris menyebut fokus kedepan adalah RB Tematik yang berdampak langsung pada kemudahan investasi dan layanan publik.
Menutup penyampaiannya, Al Haris mengapresiasi kritik konstruktif dari DPRD. Ia berjanji seluruh catatan fraksi akan menjadi bahan evaluasi demi mewujudkan Jambi sebagai penyangga bioindustri dan ketahanan energi di Sumatra.







Komentar (0)
Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!