Kasus Dugaan Pelecehan di Industri Kreatif: Mohan Hazian Minta Maaf, Tinggalkan Thanksinsomnia

Ilustrasi Mohan Hazian, pemilik brand Thanksinsomnia. (Foto: AI / Portalone.net)

Portalone.net – Dunia industri kreatif dan fesyen Indonesia tengah diguncang oleh kabar dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Mohan Hazian, pemilik brand ternama Thanksinsomnia. Kasus ini mencuat ke publik pada awal Februari 2026 dan terus berkembang seiring munculnya pengakuan dari para korban.

1. Awal Mula Kasus: Utas Viral di Media Sosial
Kasus ini pertama kali meledak setelah seorang model dengan akun X (Twitter) @aarummanis (Saa) mengunggah utas panjang pada 8 Februari 2026. Ia menceritakan pengalaman traumatis yang dialaminya pada Mei 2025 saat menjalani sesi pemotretan untuk brand milik Mohan.

Saa merinci bagaimana ia terjebak dalam situasi berdua di studio setelah kru lain pergi. Ia mengaku mendapatkan tindakan kekerasan seksual, termasuk pemaksaan fisik dan perilaku tak senonoh, meskipun ia sudah menolak dan menangis histeris.

2. Gelombang Pengakuan Korban Lain
Sejak utas tersebut viral, keberanian Saa memicu korban-korban lain untuk bersuara. Hingga saat ini, diketahui:

Lebih dari 7 korban telah menghubungi Saa untuk berbagi cerita serupa.

Salah satu korban dilaporkan masih berusia 17 tahun saat kejadian berlangsung sekitar tiga tahun lalu.

Seorang model asal Malaysia juga mengungkap bukti percakapan tidak pantas dari Mohan yang mengarah pada ajakan menyewa kamar hotel saat proyek profesional.

3. Respons Mohan Hazian: Dari Bantahan hingga Pengunduran Diri
Setelah sempat membantah tuduhan pemerkosaan pada klarifikasi awal, Mohan akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi yang lebih mendalam pada 12 Februari 2026.

Permintaan Maaf Terbuka: Mohan mengakui adanya tindakan yang melanggar batas profesional dan pribadi serta menyatakan penyesalannya.

Mundur dari Thanksinsomnia: Sebagai konsekuensi, Mohan menyatakan mengundurkan diri sepenuhnya dari segala jabatan dan peran profesional di Thanksinsomnia.

Tanggung Jawab Pribadi: Ia meminta masyarakat untuk tidak menyerang karyawan atau brand-nya, karena menurutnya tindakan tersebut adalah kesalahan pribadi yang tidak melibatkan institusi.

4. Dampak Luas pada Gurita Bisnis
Efek domino dari kasus ini sangat signifikan bagi ekosistem bisnis yang dibangun Mohan:

Pemutusan Kontrak: Pihak manajemen Thanksinsomnia telah menonaktifkan Mohan sejak 9 Februari 2026.

Penarikan Buku: Penerbit Shira Media secara resmi menarik buku karya Mohan yang berjudul “Goresan Seorang Begundal” dari seluruh toko buku dan menghentikan distribusi.

Ditinggalkan Brand Ambassador: Dua Brand Ambassador (BA) Thanksinsomnia, Jebraks dan Kerakxx, telah menyatakan pemutusan kerja sama sebagai bentuk dukungan terhadap korban.

Penghapusan Konten: Konten kolaborasi di berbagai platform (seperti USS Feed) mulai dihapus.

5. Status Hukum Terkini
Meskipun pengakuan korban sudah viral dan pelaku telah meminta maaf, pihak Kepolisian (Polda Metro Jaya) menyatakan hingga 11 Februari 2026 belum menerima laporan polisi resmi. Namun, pihak korban dikabarkan tengah melakukan konsultasi hukum untuk menyiapkan langkah tuntutan pidana terhadap Mohan.

Catatan Redaksi: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kekerasan seksual, Anda dapat menghubungi layanan pengaduan SAPS 129 (KemenPPPA) atau menghubungi lembaga bantuan hukum seperti LBH APIK untuk mendapatkan pendampingan. (Chnz)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *