Ketika sedang berbicara dengan seseorang selama lima detik sebelum dengan percaya diri menyatakan, “Oh, dia seorang Ekstrovert atau Introvert” adalah hal yang sangat gampang untuk dilakukan, tetapi Ambivert lebih sulit dikategorikan, karena berdasarkan jenis interaksi yang dimiliki dengan orang lain, mereka dapat melabeli sebagai seorang Ekstrovert atau Introvert. Sebagai contohnya jika seseorang hanya mengenal diri karena mengikuti kelas meditasi 1 kali dalam 1 minggu di hari yang sama, mereka dapat berasumsi bahwa ini adalah seorang Introvert berdasarkan seberapa alami terlihat di lingkungan yang tenang, sebaliknya jika seseorang hanya mengenal karena pergi ke acara pesta di tempat tongkrongan lokal yang sama, mereka mungkin percaya bahwa ini seorang Ekstrovert berdasarkan bagaimana berperilaku dalam situasi sosial.
3. Merasa nyaman bekerja dalam kelompok maupun sendirian
Seorang Ambivert mampu bekerja sendiri atau bersama orang lain dalam berbagai kondisi kerja, tetapi mereka tentu akan memiliki pilihan untuk bekerja sendiri atau bersama orang lain. Tentu saja ini bisa menjadi keuntungan besar, sebagai contoh pada saat mengajukan diri untuk promosi atau karier baru, dimana bekerja dengan orang lain adalah nilai tambah dan hal ini bersifat tidak wajib.
4. Aktivitas akhir pekan selalu membuat tersenyum
Seorang Ambivert seringkali sadar diri dan mereka memahami seberapa banyak sosialisasi yang mereka butuhkan dibandingkan dengan waktu luang mereka. Sebagai contohnya melihat apa yang telah direncanakan untuk akhir pekan, dimana seorang Introvert mungkin akan kecewa pada diri sendiri di akhir pekan jika memiliki begitu banyak rencana tetapi tidak memiliki cukup waktu untuk bersosialisasi. Jika seorang Introvert yang tidak dapat menghadiri semua acara sosial, mungkin merasa tidak mendapatkan cukup waktu berinteraksi sosial. Meskipun seorang Ambivert tidak diragukan lagi dapat mengalami stimulasi berlebihan atau kurang stimulasi pada waktu-waktu tertentu, menemukan keseimbangan yang tepat jauh lebih mudah ketika diri merasa puas dengan berbagai situasi yang dihadapi.

5. Memiliki kemampuan untuk menjadi sangat ragu-ragu.
Seorang Ambivert mungkin kesulitan mengambil keputusan ketika sangat yakin dapat merasa nyaman dalam berbagai situasi yang dihadapi. Sebagai contohnya ketika dihadapkan pada pilihan untuk keluar atau tinggal di rumah, seorang Introvert atau Ekstrovert biasanya tidak kesulitan memutuskan, tetapi bagi seorang Ambivert akan menjadi keputusan yang sulit dikarenakan menyukai setiap pilihan tersebut.







