“Superflu” Mengintai: Penularannya Ngebut, Telat Antisipasi Bisa Berujung Komplikasi

Ilustrasi Virus. Superflu Bukan Sekadar Tren: Penularan Cepat, Kesiapsiagaan Dipertaruhkan.

Yang perlu diwaspadai masyarakat

Otoritas kesehatan menekankan kewaspadaan pada dua hal utama: (1) lonjakan penularan dan (2) tanda bahaya komplikasi, terutama pada kelompok rentan.

Kemenkes mengimbau masyarakat tetap di rumah saat bergejala flu, memakai masker, menerapkan etika batuk, dan segera mengakses layanan kesehatan bila gejala memburuk atau tidak membaik lebih dari tiga hari. Kemenkes juga menganjurkan vaksin influenza tahunan, khususnya untuk lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta, seraya menekankan vaksin tetap bermanfaat dalam menurunkan risiko sakit berat, rawat inap, dan kematian.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, CDC merinci tanda bahaya komplikasi influenza yang membutuhkan pertolongan medis segera. Pada anak, antara lain napas cepat/sulit bernapas, bibir atau wajah membiru, nyeri dada, dehidrasi, kejang, demam tinggi yang tidak turun, atau gejala sempat membaik lalu memburuk kembali.

Baca Juga:  5 Kota di Indonesia yang Perlu Kalian Kunjungi Saat Libur Akhir Tahun

Pada dewasa, antara lain sesak napas, nyeri/tekanan menetap di dada atau perut, kebingungan atau sulit dibangunkan, kejang, tidak buang air kecil, kelemahan berat, atau gejala sempat membaik lalu memburuk kembali.

WHO menambahkan bahwa vaksinasi tetap menjadi langkah kesehatan masyarakat yang penting, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi mengalami komplikasi influenza, meski efektivitas terhadap penyakit bergejala bisa bervariasi dari musim ke musim.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *