Bos IAEA Wanti-wanti Kemampuan Nuklir Korut Meningkat Pesat!

Ilustrasi IAEA Pantau Aktivitas Nuklir Korut Meningkat, Singgung Hubungan dengan Rusia. Foto: dibuat oleh AI/Portalone.net

Analisis Satelit Dukung Temuan IAEA

Temuan IAEA ini sejalan dengan analisis dari Center for Strategic and International Studies (CSIS). Dalam laporannya pada 13 April, citra satelit terbaru menunjukkan keberadaan fasilitas pengayaan uranium baru yang diduga kuat mampu memproduksi material senjata pemusnah massal.

Bagaimana Peran Rusia?

Meski hubungan Pyongyang dan Moskow semakin mesra, Grossi menyatakan pihaknya belum menemukan bukti konkret keterlibatan teknologi Rusia dalam program senjata nuklir Korut.

Ia menilai, kerja sama antara Rusia dan Korea Utara sepanjang tahun 2025 kemungkinan besar masih terbatas pada proyek nuklir untuk tujuan sipil. Meski demikian, IAEA menegaskan akan terus memantau pergerakan tersebut dengan ketat.

Di akhir pernyataannya, Grossi memberikan peringatan keras bagi negara-negara yang ambisius mengejar senjata nuklir.

ADVERTISEMENT

“Bergerak menuju senjata nuklir tidak akan pernah memberikan peningkatan keamanan bagi negara mana pun,” tegasnya.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *