‘Leo Ada di Vatikan karena Saya’
Dalam sindiran pedasnya, Trump mengklaim bahwa terpilihnya Leo XIV yang merupakan Paus pertama asal AS hanyalah sebuah strategi Gereja untuk menghadapinya. Ia bahkan sesumbar bahwa Leo tidak akan berada di Vatikan jika dirinya tidak duduk di Gedung Putih.
“Leo seharusnya bersyukur karena dia adalah kejutan yang mengejutkan. Dia tidak ada dalam daftar calon Paus, dan hanya ditempatkan di sana oleh Gereja karena dia orang Amerika, dan mereka berpikir itu akan menjadi cara terbaik untuk menghadapi Presiden Donald J. Trump,” cetusnya.
Trump bahkan membandingkan sang Paus dengan saudaranya sendiri, Louis. “Saya lebih menyukai saudaranya, Louis, daripada dia, karena Louis sepenuhnya pendukung MAGA (Make America Great Again). Dia mengerti, dan Leo tidak!” lanjut Trump.
Kritik Pedas Paus terhadap Kebijakan Trump
Perselisihan ini dipicu oleh sikap vokal Paus Leo XIV dalam mengkritik kebijakan luar negeri dan imigrasi AS. Pada pidato Minggu Palma di Lapangan Santo Petrus bulan lalu, Paus sempat menyentil pemimpin yang memulai perang.
Paus menyebut Tuhan menolak doa mereka yang memiliki “tangan penuh dengan darah” dan menyebut konflik di Iran sebagai peristiwa “mengerikan”.
Tak hanya itu, pada September lalu, Paus Leo XIV juga mempertanyakan kredibilitas Trump soal isu pro-kehidupan.
“Seseorang yang mengatakan bahwa saya menentang aborsi tetapi setuju dengan perlakuan tidak manusiawi terhadap imigran di Amerika Serikat, saya tidak tahu apakah itu pro-kehidupan,” ujar Paus kala itu.
Menanggapi rentetan kritik tersebut, Trump secara terbuka menyatakan dirinya bukan penggemar sang Paus. “Dia orang yang sangat liberal dan dia adalah orang yang tidak percaya pada upaya untuk menghentikan kejahatan,” pungkas Trump kepada awak media dilansir Reuters.







