Portalone.net – Hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, kian memanas. Trump secara blak-blakan melontarkan kritik tajam kepada sang Bapa Suci setelah merasa disudutkan terkait kebijakannya terhadap Iran dan Venezuela.
Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Minggu (12/4) malam waktu setempat, Trump menegaskan dirinya tidak membutuhkan sosok Paus yang terus-menerus mengkritik langkah politik AS di kancah internasional.
“Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir,” tulis Trump sebagaimana dikutip dari unggahannya, Senin (13/4/2026).
Tuding Paus Leo XIV Terlalu ‘Lembek’
Trump juga tak terima dengan keberatan Vatikan atas langkah AS di Venezuela. Ia berdalih serangan ke Venezuela dilakukan karena negara tersebut dianggap mengirimkan narkoba dan “mengosongkan” penjara mereka untuk mengirim penjahat ke AS.
“Saya (juga) tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa sangat buruk Amerika menyerang Venezuela. Sebuah negara yang mengirimkan sejumlah besar narkoba dan, yang lebih buruk lagi, mengosongkan penjara mereka termasuk pembunuh dan pengedar ke negara kami,” tegasnya.
Eks Presiden yang kembali menjabat ini juga menyebut Paus Leo XIV bersikap lemah dalam menangani isu kejahatan global. Ia bahkan menyarankan sang Paus untuk berhenti melayani kelompok “sayap kiri radikal”.
“Leo harus memperbaiki perilakunya sebagai Paus, menggunakan akal sehat, berhenti melayani sayap kiri radikal, dan fokus menjadi Paus yang hebat, bukan malah menjadi politisi,” sindir Trump.







