Targetkan Kuba, Strategi Trump Putus “Garis Hidup” Rezim Maduro di Venezuela

Kebijakan Keras Trump yang Kembali Menargetkan Kuba. (Foto. AFP)

3. Mengembalikan Doktrin Monroe

Para analis menilai bahwa kebijakan Trump mencerminkan kembalinya “Doktrin Monroe,” sebuah prinsip politik luar negeri AS yang menentang intervensi kekuatan asing di belahan bumi Barat.

Kehadiran Rusia dan China sebagai sekutu utama Kuba dianggap sebagai ancaman bagi pengaruh Amerika Serikat di wilayah Karibia dan Amerika Latin. Blokade minyak ini menjadi instrumen untuk membatasi ruang gerak pengaruh asing di halaman belakang AS.

Bacaan Lainnya

4. Strategi “Tekanan Maksimum”

Trump konsisten menggunakan strategi “Maximum Pressure” atau tekanan maksimum dalam diplomasinya. Dengan memicu krisis energi di Kuba yang menyebabkan pemadaman listrik dan kelangkaan bahan bakar Washington berharap munculnya tekanan internal dari rakyat Kuba terhadap pemerintahannya.

Mantan diplomat Kuba, Carlos Alzugaray, menyebutkan bahwa tujuan akhir dari kebijakan ini adalah memaksa terjadinya perubahan rezim melalui kehancuran ekonomi.

Baca Juga:  'Tatanan Dunia Lama Telah Tiada': Pemimpin Eropa dan AS Sepakati Era Baru di Konferensi Munchen.

Dampak Kemanusiaan yang Disorot Dunia

Meski Washington menyatakan sanksi ditujukan untuk pemerintah, kenyataan di lapangan menunjukkan rakyat sipil menjadi korban utama. Kelangkaan bahan bakar telah memukul sektor transportasi, pertanian, hingga layanan kesehatan.

Hal ini memicu kritik keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa, yang menilai bahwa penggunaan energi sebagai senjata politik dapat memicu krisis kemanusiaan yang lebih dalam di wilayah tersebut.

Kini, dengan masuknya bantuan minyak dari Rusia, ketegangan di Karibia diperkirakan akan semakin kompleks, menempatkan Kuba di tengah pusaran persaingan kekuatan besar dunia.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *