Portalone.net – Tekanan diplomatik dan ekonomi Amerika Serikat terhadap Kuba kembali memanas. Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, Washington secara agresif memperketat blokade energi, termasuk menargetkan kapal-kapal tanker yang membawa minyak menuju pulau tersebut.
Langkah ini menandai kembalinya pendekatan keras (hardline) Gedung Putih, yang kontras dengan upaya normalisasi hubungan yang sempat dirintis pada era sebelumnya. Lantas, mengapa Trump kembali menargetkan Kuba dengan kebijakan yang disebut para analis sebagai “blokade minyak”?
Berikut adalah analisis alasan di balik kembalinya ketegangan tersebut yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya:
1. Memutus “Garis Hidup” Hubungan Kuba-Venezuela
Salah satu alasan utama Washington menekan Kuba adalah hubungan erat Havana dengan pemerintahan Nicolas Maduro di Venezuela. AS menuduh Kuba memberikan dukungan intelijen dan keamanan yang krusial bagi Maduro untuk tetap berkuasa.
Dengan memblokade pengiriman minyak—yang sebagian besar dipasok oleh Venezuela dan kini dibantu Rusia—AS berharap dapat melemahkan ekonomi Kuba hingga mereka terpaksa menghentikan dukungannya kepada Venezuela.
2. Memuaskan Basis Politik di Florida
Secara domestik, kebijakan keras terhadap Kuba memiliki nilai politik yang tinggi bagi Trump, terutama di negara bagian Florida. Wilayah ini merupakan rumah bagi komunitas besar pengasingan Kuba-Amerika yang sangat anti-pemerintah Havana.
Dukungan dari kelompok ini dianggap sangat penting untuk memenangkan suara di Florida dalam kontestasi politik AS. Dengan menerapkan sanksi berat, Trump mengirimkan pesan kuat kepada konstituennya bahwa ia tidak akan berkompromi dengan rezim komunis.







