Portalone.net – Kuba dilaporkan akan segera menerima pengiriman minyak mentah dalam jumlah besar dari Rusia. Langkah ini muncul sebagai titik balik krusial bagi Havana setelah berbulan-bulan tercekik oleh pengetatan sanksi dan blokade energi yang diberlakukan oleh pemerintahan Donald Trump.
Menurut data pelacakan kapal Marine Traffic, sebuah kapal tanker yang membawa sekitar 730.000 barel minyak milik pemerintah Rusia terpantau berada hanya beberapa mil dari perairan Kuba pada Minggu (29/3) malam. Kapal tersebut melaju dengan kecepatan 12 knot dan dijadwalkan bersandar di pelabuhan Matanzas pada Senin malam waktu setempat.
Kedatangan pasokan ini bukan sekadar transaksi dagang biasa, melainkan simbol bertahannya aliansi lama era Perang Dingin di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap negara komunis tersebut.
Titik Nadir Krisis Energi
Selama beberapa bulan terakhir, Kuba berada di ambang kelumpuhan total. Kebijakan “tekanan maksimum” yang dijalankan Presiden AS Donald Trump sejak Januari telah menargetkan jalur pasokan bahan bakar ke pulau itu, mengancam sanksi bagi negara mana pun yang membantu pengiriman minyak ke Havana.
Dampaknya terasa langsung di kehidupan sehari-hari warga Kuba:
- Pemadaman listrik massal yang berkepanjangan.
- Kelangkaan bahan bakar yang memicu antrean panjang di SPBU.
- Lumpuhnya sektor transportasi dan produksi pertanian.
- Krisis kemanusiaan yang memburuk, termasuk di sektor layanan kesehatan.
Sejauh ini, Havana hanya mampu bertahan dengan mengandalkan energi surya yang terbatas, produksi domestik yang minim, serta pengiriman bahan bakar sporadis untuk menjaga fasilitas vital tetap menyala.







