Panas di DK PBB, AS Tuduh Rusia-China “Pasang Badan” Lindungi Program Nuklir Iran

Ilustrasi Suasana rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) memanas. (Foto: Portalone.net)

Portalone.net – Suasana rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) memanas pada Kamis (12/3/2026). Amerika Serikat dan sekutunya terlibat adu mulut sengit dengan Rusia dan China saat membahas sanksi terkait program nuklir Iran.

Ketegangan ini dipicu oleh tuduhan Washington bahwa Moskwa dan Beijing sengaja menghalang-halangi kerja Komite 1737, badan pengawas sanksi nuklir Iran yang dibentuk berdasarkan Resolusi DK PBB tahun 2006.

Bacaan Lainnya

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyatakan bahwa Rusia dan China berupaya melumpuhkan fungsi komite sanksi demi melindungi kepentingan kemitraan pertahanan mereka dengan Teheran.

“Semua negara anggota PBB harus menerapkan embargo senjata terhadap Iran, melarang transfer teknologi rudal, dan membekukan aset keuangan terkait,” tegas Waltz mengutip laporan Reuters.

Waltz menilai, langkah-langkah PBB tersebut bukanlah tindakan sewenang-wenang, melainkan respons atas ancaman nyata dari program nuklir dan dukungan Iran terhadap terorisme.

Baca Juga:  Prabowo Respons Pembatalan Tarif Trump oleh MA AS: Kita Siap Hadapi Segala Kemungkinan

Sebelumnya, Rusia dan China sempat mencoba memblokir pembahasan komite soal Iran yang bulan ini dipimpin oleh AS. Namun, upaya pemblokiran tersebut gagal setelah kalah dalam pemungutan suara dengan hasil 11-2.

Iran Disebut Produksi Uranium 60 Persen

Dalam rapat tersebut, Waltz juga menyoroti laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang menyebut Iran sebagai satu-satunya negara non-senjata nuklir yang memperkaya uranium hingga kadar 60 persen.

Sebagai informasi, uranium yang diperkaya hingga 90 persen sudah masuk kategori material untuk senjata nuklir.

“Pengayaan ini dilakukan tanpa pengawasan IAEA karena Iran menolak memberikan akses,” tambah Waltz.

Di sisi lain, sekutu AS seperti Inggris dan Prancis turut menyuarakan kekhawatiran serupa. Prancis bahkan mengklaim stok uranium Iran saat ini sudah cukup untuk memproduksi setidaknya 10 perangkat nuklir.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *