Trump Ancam Balas Iran 20 Kali Lipat Jika Nekat Blokade Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)

Portalone.net – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengancam akan menghentikan seluruh pengiriman minyak dari kawasan tersebut. Menanggapi gertakan itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan akan membalas Iran dengan kekuatan “20 kali lipat” lebih dahsyat.

“Jika Iran melakukan apa pun yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat 20 kali lebih keras daripada sebelumnya,” tulis Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social, Senin (9/3) waktu setempat.

Bacaan Lainnya

Selat Hormuz merupakan jalur vital energi dunia yang menjadi perlintasan bagi seperlima pasokan minyak global. Ancaman blokade ini muncul sebagai respons Teheran atas berlanjutnya serangan udara dan rudal dari AS serta Israel sejak akhir Februari lalu.

Baca Juga:  Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Gantikan Ayahnya

Gejolak ini sempat membuat pasar finansial global ‘kebakaran jengkel’. Harga minyak mentah jenis Brent sempat melonjak hingga 29 persen pada Senin kemarin, mencapai level tertinggi sejak 2022, sebelum akhirnya turun kembali sekitar 10 persen pada Selasa setelah Trump menjanjikan konflik akan berakhir cepat.

Ketidakpastian pasar juga dipicu oleh dinamika politik di internal Teheran. Laporan mengenai konsolidasi kekuatan di bawah Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, mengisyaratkan bahwa Iran tidak berencana untuk mundur dalam waktu dekat.

“Kami adalah pihak yang akan menentukan kapan perang ini berakhir,” tegas juru bicara Garda Revolusi melalui media pemerintah Iran.

Krisis Kemanusiaan dan Dampak Lingkungan

Di lapangan, dampak serangan udara mulai melumpuhkan infrastruktur energi Iran. Sebuah kilang minyak di Teheran dilaporkan terbakar hebat hingga menyelimuti kota dengan asap hitam pekat.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Ghebreyesus, memperingatkan bahwa kebakaran tersebut berisiko mencemari pasokan makanan, air, dan udara di wilayah sekitar.

Berdasarkan data Duta Besar Iran untuk PBB, setidaknya 1.332 warga sipil Iran tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat rentetan serangan AS-Israel. Di saat yang sama, Israel menyatakan tujuan perang mereka adalah menumbangkan sistem pemerintahan ulama di Iran, sementara AS fokus pada penghancuran program nuklir dan kemampuan rudal Teheran.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *