Mengapa Selat Hormuz Sangat Vital?
Dunia kini menahan napas. Penutupan selat yang hanya memiliki lebar 33 kilometer di titik tersempitnya ini diprediksi bakal mengacak-acak ekonomi global. Berikut fakta ngerinya jika jalur ini lumpuh:
-
Jalur Nadi Energi: Seperempat minyak dunia dan seperlima gas alam cair (LNG) global melintasi jalur ini.
-
Volume Raksasa: Sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar lewat di sini setiap hari.
-
Ketergantungan Asia: Data EIA menyebut 82% pengiriman minyak dari sini ditujukan ke konsumen di Asia, termasuk potensi dampaknya ke pasokan BBM di Indonesia.
-
Negara Eksportir Terjepit: Negara raksasa minyak seperti Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Irak sangat bergantung pada jalur ini untuk mengekspor hasil bumi mereka.
Ancaman Kelangkaan BBM
Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), sebelumnya sudah mewanti-wanti dampak ngeri dari konfrontasi ini. Menurutnya, serangan AS ke Iran akan memicu lonjakan harga minyak mentah dunia secara drastis yang berujung pada kelangkaan BBM di berbagai negara.
Secara geografis, Iran memang memegang “leher” dunia. Posisi mereka di pantai utara memberi kontrol penuh atas jalur keluar-masuk Teluk Persia. Jika penutupan ini berlangsung lama, krisis energi global 2026 bukan lagi sekadar prediksi, melainkan kenyataan pahit di depan mata.







