“Donald Trump telah berbohong kepada rakyat Amerika. Selama kampanye, dia berjanji untuk mengakhiri perang, bukan memulainya. Sekarang, dia justru mempertaruhkan nyawa putra-putri kita demi perang yang ia pilih sendiri,” lanjut Harris.
Risiko Eskalasi Global
Harris memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat memicu ketidakstabilan besar di Timur Tengah. Menurutnya, pendekatan diplomasi seharusnya lebih diutamakan daripada unjuk kekuatan militer yang tidak terukur.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik pedas yang dilayangkan oleh mantan orang nomor dua di AS tersebut.
Namun, dalam pidato sebelumnya, Trump bersikeras bahwa tindakan militer tersebut diambil untuk melumpuhkan kapabilitas nuklir Iran yang dianggap mengancam keamanan nasional AS dan sekutunya di kawasan tersebut.






