Iran Serang Pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain, Timur Tengah Memanas

Gumpalan asap hitam pekat terlihat membubung tinggi dari area dekat markas Naval Support Activity (NSA) Bahrain. (Foto: Reuters)

• Yordania: Angkatan Bersenjata Yordania berhasil menembak jatuh dua rudal balistik. Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa di wilayah tersebut.

Latar Belakang Konflik

Eskalasi ini dipicu oleh serangan udara AS dan Israel yang dimulai sekitar pukul 09.30 waktu Teheran (06.00 GMT). Serangan tersebut menyasar titik-titik strategis yang terkait dengan kepemimpinan Iran.

Bacaan Lainnya

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyebut serangan AS-Israel sebagai tindakan ilegal dan tidak beralasan.

“Angkatan bersenjata Iran telah bersiap untuk hari ini dan akan memberi pelajaran yang setimpal bagi para agresor,” tegas Araghchi dalam pernyataan resminya.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dilaporkan memberikan dukungan terbuka bagi rakyat Iran untuk melakukan perlawanan terhadap rezim yang berkuasa di tengah gempuran militer tersebut.

Baca Juga:  Indonesia Jajaki Lima Kesepakatan Dagang dengan AS, Respons Tarif Trump

Situasi di Israel

Sementara itu, sirene peringatan serangan udara terus berbunyi di seluruh wilayah Israel sepanjang hari Sabtu. Militer Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa Iran telah meluncurkan beberapa gelombang rudal sebagai serangan balasan. Saat ini, Angkatan Udara Israel tengah bekerja ekstra keras untuk mengintersepsi ancaman yang masuk di ruang udara mereka.  

Sebagai informasi, Amerika Serikat memiliki sekitar 13 pangkalan militer di seluruh Timur Tengah dengan jumlah personel mencapai 30.000 hingga 40.000 tentara yang siaga di kawasan tersebut.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *