Portalone.net – “Ketakutan ada di mana-mana.” Kalimat singkat namun sarat makna ini menjadi inti dari laporan mendalam koresponden BBC, Quentin Sommerville, saat menyisir jalanan di Culiacan, ibu kota negara bagian Sinaloa, Meksiko.
Kota yang dahulu dikenal sebagai pusat bisnis tersebut kini telah berubah menjadi zona perang menyusul pecahnya konflik internal di dalam tubuh Kartel Sinaloa, salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di dunia.
Pecahnya Perang Saudara Kartel
Eskalasi kekerasan ini dipicu oleh peristiwa penangkapan pemimpin veteran kartel, Ismael “El Mayo” Zambada, di Amerika Serikat pada Juli 2024 lalu. Penangkapan ini diduga kuat merupakan hasil pengkhianatan oleh faksi “Los Chapitos”, yang dipimpin oleh putra-putra Joaquín “El Chapo” Guzmán.
Sejak saat itu, Culiacan terbelah. Dua faksi besar, yakni pendukung setia El Mayo dan kelompok Los Chapitos, terlibat dalam aksi saling balas dendam yang brutal.







