Indonesia-AS Sepakati Perjanjian ART, Hambatan Tarif 99 Persen Produk Amerika Dihapus

Ilustrasi Tarif di hapus. (Foto: AI / Portalone.net)

Peluang Ekspor Daging Sapi dan Babi

Salah satu sektor yang paling diuntungkan adalah industri peternakan. Presiden Asosiasi Peternak Sapi Nasional (NBCA) AS, Gene Copenhaver, menyebut Indonesia sebagai pasar strategis karena statusnya sebagai pasar daging sapi halal terbesar di dunia.

Senada dengan itu, CEO Federasi Ekspor Daging AS (USMEF), Dan Halstrom, mengungkapkan bahwa perjanjian ini mencakup komitmen pembelian tahunan sebesar 50.000 metrik ton daging sapi.

Bacaan Lainnya

“Nilai ekspor dapat mencapai 400 juta dollar AS hingga 500 juta dollar AS dalam waktu dekat setelah implementasi,” ujar Halstrom.

Namun, yang menjadi sorotan adalah pelonggaran akses untuk komoditas daging babi. Selama ini, ekspor daging babi AS ke Indonesia sangat dibatasi oleh rezim perizinan impor dan aturan teknis pabrik.

Baca Juga:  China Tegas Hadapi Tarif Impor AS, Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Tetap Stabil

“Hambatan-hambatan ini hilang di bawah perjanjian ini, memungkinkan pertumbuhan lebih lanjut dalam ekspor daging babi AS, termasuk produk olahan,” tambahnya.

Selain pangan, sektor energi terbarukan juga mendapat angin segar. CEO Growth Energy, Emily Skor, menilai penerapan standar campuran etanol 10 persen (E10) secara nasional di Indonesia memberikan harapan besar bagi petani jagung AS.

Potensi pasar etanol di Indonesia diperkirakan mencapai 900 juta hingga 1 miliar galon jika kebijakan campuran 10 persen tersebut diimplementasikan secara penuh.

“Kami memuji Presiden Trump dan tim atas komitmen mereka menghapus hambatan yang tidak adil terhadap ekspor dari pedesaan Amerika,” kata Skor.

Sejumlah asosiasi pengusaha besar di AS secara terbuka memuji kepemimpinan Presiden Donald Trump dan Perwakilan Perdagangan AS, Duta Besar Jamieson Greer, dalam menggolkan kesepakatan ini.

Mereka menilai kebijakan perdagangan resiprokal (timbal balik) ini merupakan kemenangan besar bagi produsen domestik Amerika untuk mendominasi pasar global, khususnya di Asia Tenggara.

Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas terkait di Indonesia belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai detail kompensasi atau keuntungan timbal balik yang didapatkan industri dalam negeri Indonesia dari penghapusan tarif hampir menyeluruh bagi produk AS tersebut.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *