Portalone.net – Di tengah ketegangan transatlantik yang kian meruncing, para pemimpin dunia berkumpul di Konferensi Keamanan Munchen (MSC) ke-62 pada Jumat (13/2). Meski dipenuhi perdebatan sengit, ada satu poin kelam yang disepakati oleh semua pihak: tatanan internasional yang selama ini dikenal dunia telah berakhir.
Kanselir Jerman, Friedrich Merz, dalam pidato pembukaannya menyatakan secara blak-blakan bahwa aturan main global berbasis hak dan norma “tidak lagi eksis.” Pernyataan ini secara mengejutkan diamini oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menyatakan bahwa “dunia lama telah lenyap” dan geopolitik telah memasuki era baru.
Meski sepakat bahwa tatanan lama telah mati, visi Merz dan pemerintahan Trump di bawah kendali Washington tampak bertolak belakang. Merz, pemimpin dari partai kanan-tengah CDU, menggunakan panggung tersebut untuk melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri AS saat ini.
Kritik Terhadap Proteksionisme: Merz menegaskan bahwa Eropa tetap setia pada perdagangan bebas dan organisasi internasional seperti WHO serta Perjanjian Iklim Paris—dua hal yang telah ditinggalkan oleh pemerintahan Trump pada tahun 2025.
Perang Budaya: Merz membalas pidato provokatif Wakil Presiden AS JD Vance tahun lalu, dengan menyatakan bahwa “perang budaya MAGA” bukanlah milik Eropa. “Kebebasan berbicara di Jerman berakhir ketika kata-kata yang diucapkan diarahkan melawan martabat manusia dan hukum dasar kami,” tegasnya.
Peringatan untuk AS: Beralih ke bahasa Inggris untuk penekanan, Merz memperingatkan bahwa di era rivalitas kekuatan besar, “Amerika Serikat pun tidak akan cukup kuat untuk berdiri sendiri.”







