Senjata: Dua senjata api ditemukan di lokasi kejadian. Meskipun Jesse pernah memiliki izin senjata api, izin tersebut dilaporkan telah kedaluwarsa pada tahun 2024.
3. Korban Jiwa dan Luka-luka
Total korban tewas mencapai 9 orang (termasuk pelaku). Awalnya sempat dilaporkan 10 orang tewas, namun satu korban yang kritis berhasil diselamatkan dan kini dalam perawatan intensif.
Di Sekolah: Seorang guru perempuan (39) dan lima siswa (berusia antara 12 hingga 13 tahun) tewas.
Di Rumah: Ibu pelaku (39) dan saudara tirinya (11).
Luka-luka: Sekitar 27 orang lainnya terluka, baik karena luka tembak maupun cedera saat mencoba menyelamatkan diri.
“Bangsa ini berduka bersama Anda. Orang tua, kakek-nenek, dan saudara di Tumbler Ridge bangun pagi ini tanpa orang-orang yang mereka cintai,” ujar Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dalam pernyataan resminya.
4. Motif Masih Misteri
Hingga saat ini, penyidik dari Unit Kejahatan Utama belum dapat memastikan motif spesifik dari serangan ini. Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa individu tertentu di sekolah menjadi target sengaja, selain anggota keluarganya sendiri di lokasi pertama. Penyelidikan kini difokuskan pada aktivitas digital pelaku dan riwayat kesehatan mentalnya.
5. Dampak Nasional
Tragedi ini memicu kembali perdebatan sengit mengenai kontrol senjata api di Kanada. Meskipun negara ini memiliki aturan yang lebih ketat dibandingkan tetangganya, Amerika Serikat, keberadaan “pistol yang dimodifikasi” dalam insiden ini meningkatkan kekhawatiran mengenai peredaran senjata ilegal.
Sebagai bentuk penghormatan, bendera di seluruh gedung pemerintah Kanada akan dikibarkan setengah tiang selama tujuh hari. (Chnz)







