Krisis Kepercayaan dan “Rasa Putus Asa” Global
Hasil survei opini publik dalam laporan tersebut menunjukkan adanya skeptisisme yang meluas terhadap kemampuan pemerintah dalam menangani krisis biaya hidup, ketimpangan yang meningkat, dan standar hidup yang stagnan.
Ada perasaan kolektif tentang “ketidakberdayaan dan kehancuran” (helplessness and doom). Data menunjukkan angka pesimisme yang signifikan di beberapa negara maju:
Prancis: 60% responden merasa kebijakan pemerintah akan membuat generasi mendatang lebih buruk.
Inggris: 53% responden merasakan hal yang sama.
Jerman: 51% responden merasa pesimis.
Amerika Serikat: 45% responden merasa khawatir akan masa depan.
Survei tersebut menuding kebijakan Presiden AS sebagai pilar utama penyebab kecemasan ini. Mayoritas responden di negara-negara seperti Kanada, Italia, Jepang, Brasil, hingga Afrika Selatan menyatakan tidak setuju bahwa kebijakan Trump berdampak baik bagi dunia.
Meskipun menjadi pusat pembicaraan, Donald Trump dipastikan tidak akan hadir dalam konferensi yang berlangsung di Bavaria akhir pekan ini. Amerika Serikat akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan lebih dari 50 anggota Kongres.
Konferensi Keamanan Munich tahun ini diperkirakan akan dihadiri oleh lebih dari 50 kepala negara dan pemerintahan, di mana agenda utamanya diprediksi akan fokus pada cara mempertahankan stabilitas global di tengah “badai” transaksionalisme Washington. (Chnz)







