Culiacan Mencekam, Kota di Meksiko Berubah Jadi Zona Perang Saudara Kartel Sinaloa

Ilustrasi Jeritan Warga Meksiko di Tengah Kepungan Teror dan Mayat di Jalanan Culiacan, Meksiko. (Foto: AI / Portalone.net)

Portalone.net – “Ketakutan ada di mana-mana.” Kalimat singkat namun sarat makna ini menjadi inti dari laporan mendalam koresponden BBC, Quentin Sommerville, saat menyisir jalanan di Culiacan, ibu kota negara bagian Sinaloa, Meksiko.

Kota yang dahulu dikenal sebagai pusat bisnis tersebut kini telah berubah menjadi zona perang menyusul pecahnya konflik internal di dalam tubuh Kartel Sinaloa, salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di dunia.

Pecahnya Perang Saudara Kartel

Eskalasi kekerasan ini dipicu oleh peristiwa penangkapan pemimpin veteran kartel, Ismael “El Mayo” Zambada, di Amerika Serikat pada Juli 2024 lalu. Penangkapan ini diduga kuat merupakan hasil pengkhianatan oleh faksi “Los Chapitos”, yang dipimpin oleh putra-putra Joaquín “El Chapo” Guzmán.

Sejak saat itu, Culiacan terbelah. Dua faksi besar, yakni pendukung setia El Mayo dan kelompok Los Chapitos, terlibat dalam aksi saling balas dendam yang brutal.

“Ini bukan lagi sekadar kriminalitas biasa, ini adalah perang saudara di dalam kartel yang melibatkan persenjataan berat dan taktik militer,” lapor Sommerville untuk BBC, sebagaimana dikutip Portalone.net, Kamis (26/2/2026).

Lumpuhnya Aktivitas Kota

Laporan tersebut menggambarkan pemandangan kota yang mencekam:

  • Blokade Jalan: Kendaraan dibakar dan melintang di jalan-jalan protokol untuk menghalangi pergerakan lawan maupun aparat keamanan.
  • Teror di Ruang Publik: Penemuan jenazah dengan tanda penyiksaan di pinggir jalan menjadi pemandangan harian yang mengerikan bagi warga lokal.
  • Lumpuhnya Ekonomi: Sekolah-sekolah berhenti beroperasi, toko-toko tutup lebih awal, dan warga memilih melakukan “lockdown mandiri” karena takut terjebak dalam baku tembak.

“Malam hari di Culiacan terasa seperti kota hantu. Tidak ada yang berani keluar, dan suara tembakan seringkali menjadi pengantar tidur yang mengerikan,” tulis laporan tersebut.

Respons Pemerintah Meksiko

Situasi di Sinaloa ini juga memicu sorotan tajam terhadap pemerintahan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum. Dalam sebuah sesi tanya jawab dengan media internasional, Sheinbaum menghadapi pertanyaan kritis mengenai efektivitas strategi keamanannya.

Presiden Sheinbaum menegaskan bahwa pemerintahannya berupaya menghindari konfrontasi militer terbuka yang dapat menyebabkan lebih banyak korban sipil. Strategi yang diambil lebih menekankan pada intelijen dan perlindungan titik-titik vital, meski di lapangan, warga merasa kehadiran militer belum mampu meredam kekerasan.

Hingga saat ini, ribuan personel militer telah dikerahkan ke Sinaloa, namun angka pembunuhan dan laporan orang hilang dilaporkan tetap berada di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *