Harga Bitcoin Terkoreksi Tajam, Masih Adakah Peluang untuk “Rebound”?

Ilustrasi Harga Bitcoin turun. (Foto: dibuat oleh AI / portalone.net)

Meski tren saat ini cenderung menurun, sejumlah analis menilai peluang untuk berbalik arah (rebound) masih terbuka lebar. Ada beberapa faktor yang melandasi optimisme ini:

• Siklus Historis: Berdasarkan data historis, bulan Februari sering kali memberikan imbal hasil positif bagi Bitcoin. Rata-rata pertumbuhan Bitcoin di bulan kedua ini mencapai 13,1 persen.

Bacaan Lainnya

• Level Support Kuat: Analis teknikal melihat area 64.600 dollar AS sebagai titik support (batas bawah) yang krusial. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, potensi konsolidasi menuju harga 69.000 dollar AS masih sangat memungkinkan.

• Akumulasi Investor Jangka Panjang: Meski arus keluar (outflow) pada ETF Bitcoin Spot di AS meningkat, data on-chain menunjukkan bahwa investor jangka panjang tetap melakukan akumulasi secara bertahap di harga bawah.

Baca Juga:  Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penipuan Investasi Kripto

Saat ini, Indeks Ketakutan dan Keserakahan (Fear & Greed Index) berada di level Extreme Fear. Kondisi ini biasanya menandakan bahwa pasar sudah sangat jenuh jual, yang dalam beberapa kasus justru menjadi sinyal beli bagi sebagian investor.

Namun, para pelaku pasar tetap diimbau untuk waspada. Jika Bitcoin gagal mempertahankan level 64.000 dollar AS, ada risiko harga akan kembali menguji area 60.000 dollar AS atau bahkan lebih rendah.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *