-
Dominasi MPV dan SUV: Model “mobil sejuta umat” seperti Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, dan Hyundai Stargazer tetap menjadi primadona.
-
Tren Hybrid Bekas: Menariknya, unit Hybrid seperti Toyota Yaris Cross mulai banyak dicari karena efisiensi bahan bakarnya yang dianggap solusi di tengah fluktuasi harga energi.
-
Kelangkaan Stok: Tingginya permintaan tidak dibarengi dengan suplai unit yang masuk. Kondisi ini memicu fenomena “war” atau rebutan unit antar pedagang di balai lelang.
Hukum pasar berlaku mutlak; ketika permintaan melonjak dan stok menipis, harga jual di tingkat konsumen pun ikut terkerek naik.
Sebagai ilustrasi, unit yang pada Desember 2025 dibanderol di kisaran Rp130 juta, kini di bulan Februari bisa naik sekitar 5 hingga 8 persen. Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh keberanian pedagang mengambil unit dengan harga tinggi demi menjaga ketersediaan stok di showroom.
Untuk menyiasati hal ini, sejumlah lembaga pembiayaan mulai menawarkan program khusus seperti pameran digital MOBEX 2026 dengan iming-iming bunga rendah di angka 5,99 persen serta uang muka (DP) ringan mulai dari 10 persen.
Mengingat perputaran unit yang sangat cepat (fast moving), konsumen diimbau untuk tetap teliti dan tidak terburu-buru dalam bertransaksi.
“Jangan hanya melihat bodi yang mengilap. Di tengah pasar yang sedang ‘panas’ seperti ini, pastikan cek riwayat servis dan gunakan jasa inspeksi independen untuk memastikan mobil bukan bekas banjir atau tabrakan besar,” pungkasnya.






