Portalone.net – Pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebuah momen bersejarah dunia sekaligus menyedihkan bagi dunia hiburan, yang mungkin tak akan dapat dilupakan warga dunia. MTV (Music Television) akan menutup layar panggung kehidupannya.
Sejak pertama kali mengudara pada 1 Agustus 1981 dengan video musik “Video Killed the Radio Star” oleh The Buggles. Orang-orang langsung tahu bahwa dunia sudah berubah. Tiba-tiba musik tidak lagi hanya didengar tetapi dilihat.
MTV menggabungkan musik, mode, narasi visual, dan ideologi pop menjadi satu paket media yang memengaruhi generasi global. Dalam sosiologi media, fenomena ini dianggap sebagai transformasi besar dari sound culture menuju visual culture.
Sebelum ada internet, MTV adalah “guru budaya” bagi jutaan remaja. Fesyen, gaya bicara, cara pacaran, sampai gaya memberontak, semua bisa diambil dari MTV. Media dianggap sebagai agen dominan yang membentuk nilai dan perilaku generasi muda.
Kehadiran MTV telah memproduksi standar gaya hidup urban dan cara mendefinisikan “keren”.
MTV membuat musik menjadi pengalaman total: lagu, gaya rambut, baju, gestur tubuh, semuanya membentuk budaya pop yang menular ke seluruh dunia.
MTV menegaskan bahwa musik harus punya citra kuat. Michael Jackson tidak akan menjadi “King of Pop” kalau tidak ada video musik revolusioner seperti Thriller. Madonna, Nirvana, Beyoncé semuanya membangun identitas visual melalui MTV.
MTV mengubah musik dari pengalaman audio menjadi pengalaman audiovisual total. Hal ini menunjukkan bahwa video musik menjadi simulasi bahwa citra artis lebih penting daripada musikalitas, gaya visual dapat mengalahkan kualitas musik, representasi menjadi realitas baru. Kasus Michael Jackson memperlihatkan bagaimana visual MTV membentuk persona publik yang diinternalisasi masyarakat sebagai “kenyataan”.

