Portalone.net – Salah satu gejala depresi yang paling umum adalah kurangnya keinginan untuk melakukan hal-hal yang dirasa mampu untuk dilakukan. Misalnya, disaat mungkin merasa kurang bersemangat untuk berolahraga, bersosialisasi dengan teman-teman, atau menyelesaikan pekerjaan yang sudah lama tertunda. Depresi bergerak seperti lingkaran setan, yang akan terus kembali pada titik awal dan terus berputar kembali. Menyendiri, isolasi, mengkritik diri sendiri, perfeksionisme, dan keputusasaan adalah beberapa contoh gejala dari gangguan ini. Dalam diri harus mampu menumbuhkan motivasi pada lingkaran setan ini, dan ketika diri sendiri tidak memiliki motivasi, maka diri sendiri tidak melakukan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan harga diri, mengatasi kesendirian, membangun lingkungan sosial yang baik dan merasa berharga sehingga tidak jatuh ke dalam jurang keputusasaan.
Dalam artikel ini terdapat 5 langkah sederhana untuk mengalahkan depresi yaitu :
1. Jangan menunggu inspirasi untuk memulai
Sebagian besar kesalahpahaman yang mendasari depresi adalah bahwa “harus terinspirasi terlebih dahulu agar dapat menyelesaikan sesuatu” dan tidak harus menyukai sesuatu untuk melakukannya. Yang perlu dilakukan hanyalah memutuskan untuk melakukannya dan kemudian melaksanakannya. Sebagai contoh misalnya, berolahraga selama satu jam hampir setiap pagi sebelum pergi bekerja, walaupun tidak terlalu bersemangat untuk berolahraga dan tidak benar-benar merasa terinspirasi untuk melakukannya, tetapi tetap menjalankan kebiasaan itu karena mempercayai hal itu merupakan hal baik. Pada kenyataannya, setiap hari pergi bekerja mungkin tidak menyadari melakukan hal-hal yang tidak terlalu disukai, tetapi berkomitmen untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Ini adalah aspek yang sangat penting, dimana daripada berharap inspirasi datang, berkomitmenlah pada tindakan dan cita-cita.
2. Motivasi muncul melalui tindakan
Motivasi terkadang dianggap datang sebelum atau sesudah tindakan, tetapi seringkali justru datang setelah bergerak melakukan sesuatu. Misalnya, jika berolahraga dengan giat dan hasil yang didapat peningkatan tingkat energi dan keinginan untuk melakukan aktivitas lain. Ini seperti mengisi ulang energi dengan melakukan aktivitas fisik dan akan merasa lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam aktivitas di masa mendatang jika lebih banyak bertindak dimulai dari sekarang. Seolah-olah percaya bahwa tindakan menghasilkan momentumnya sendiri dan dapat mengubah siklus negatif keputusasaan menjadi siklus positif aktivitas dan optimisme.
3. Tetapkan tujuan untuk diri sendiri
Menunggu inspirasi muncul adalah jebakan umum yang dapat menyebabkan meningkatnya kepasifan dan keterasingan. Kepasifan dan keterangisan dikenal sebagai beberapa faktor penyebab depresi.
Mulailah dengan membuat daftar tujuan yang ingin dilakukan untuk per hari, per minggu, dan per bulan. Kemudian, evaluasi keberhasilan dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut, dan selalu mengingat bahwa akan mencapai tujuan meskipun tidak merasakannya. Pengembangan kemampuan untuk memantau tindakan yang dilakukan merupakan bentuk dari kontrol akan ap yang akan dilakukan dan telah dilakukan.
4. Cara menghabiskan waktu luang
Baca Juga:
Jika saat sekarang dalam kondisi stres, akan didapati bahwa perilaku dalam diri telah berubah secara signifikan dibandingkan saat sedang tidak dalam kondisi stres. Perilaku seperti mengabaikan teman, malas untuk bergerak, kurang membuat rencana, dan menghabiskan waktu di internet atau merenung inilah yang akan disebut sebagai “Profil Perilaku Depresif”. Profil ini menggambarkan bagaimana penampilan diri saat sedang sedih.
Bertindak seolah-olah sedang tidak sedih sehingga dapat mengatasi depresi adalah bagian penting dari pendekatan aktivasi perilaku dalam pengobatan depresi. “Saat menghadapi kesulitan, bersikaplah baik”, dengan kata lain, jika sedang sedih, cobalah sesuatu yang baik. Buatlah daftar semua hal yang ingin dilakukan ketika sedang tidak dalam kondisi sedih dan mulailah merencanakannya untuk dilakukan secara bertahap dikemudian hari.
5. Penghargaan terhadap apa yang sudah dilakukan
Ketika seseorang merasa sedih, mereka jarang memuji diri sendiri atas pencapaian yang telah dicapai. Misalnya, seorang pria yang frustrasi memberi tahu bahwa dia telah mengerjakan resumenya, menghubungi teman-teman di jaringannya, dan berolahraga beberapa kali selama beberapa minggu. Namun, meskipun merasa sedikit lebih baik, dia menyebutkan bahwa dia tidak percaya telah membuat kemajuan. Inilah kurangnya penghargaan diri yang menjadi ciri khas sebagian besar depresi, yang merupakan akar dari ketidakmampuan untuk memotivasi diri sendiri.
Memberi penghargaan pada diri sendiri memiliki bonus tambahan yaitu dapat memberi hadiah kepada diri sendiri kapan saja dan tetap ada untuk menjadi motivator pada saat dibutuhkan. Pujilah diri sendiri, berikan penghargaan kepada diri sendiri karena telah mencoba, dan catat keberhasilan yang dicapai, meskipun terasa seperti langkah kecil, akan membantu tetap termotivasi.
Hal yang perlu diingat:
Rasa kewalahan saat menghadapi kurangnya motivasi, dan keadaan tidak akan membaik dalam semalam dapat dialami saat menghadapi depresi. Perlunya melakukan tindakan yang baik untuk jangka waktu tertentu akan sangat membantu sebelum merasakan emosi, manfaat, dan konsekuensinya. Berinvestasi pada diri sendiri dengan mengembangkan perilaku yang diperlukan untuk mendorong menjadi pribadi yang lebih maju. Tetapi hal itu akan membutuhkan waktu dan tetap harus bersikap lembut pada diri sendiri sambil memberi penghargaan pada diri sendiri di setiap langkah positif. Semakin banyak tindakan positif yang dilakukan, semakin menjadi termotivasi, semakin sukses dan semakin sedikit stres yang dialami. Namun, kesabaran sangat dibutuhkan dalam setiap proses yang dilalui.
https://kosmislepas.blogspot.com/2021/04/how-to-be-motivated-to-beat-depression.html







Komentar (0)
Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!