Ririek kemudian menambahkan ada pula Starlink yang menyedia layanan untuk pelanggan enterprise. Dalam hal ini, Telkomsat juga menjadi mitra satelit orbit rendah bumi itu tapi tidak secara eksklusif.
“Untuk yang B2C (business to consumer) yang ke rumah-rumah itu nggak gandengan atau partner untuk saat ini ya, karena mereka berpendapat bisa berjualan langsung lewat website,” kata Ririek.
Layanan internet berbasis satelit Starlink ini, kata Ririek, jika dibandingkan dengan layanana internet broadband yang mengandalkan infrastruktur telekomunikasi di daratan masih jauh lebih mahal tarifnya.
“Harganya mahal, harga awalannya maupun per bulannya. Maupun Starlink diturunkan harga layanannya itu masih lebih mahal dari harga layanan broadband, apalagi dibandingkan dengan yang ketengan-ketengan di rumah-rumah,” pungkasnya. (one)
(Sumber: Detik.com)







