Nah yang terbaru, kata Budi, meskipun telah dijelaskan oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Jambi bahwa pembatalan acara Debat Kandidat Cagub dan Cawagub yang rencananya akan digelar pada 20 November pekan depan atas permintaan kedua pasang calon. Namun tetap saja, tim sukses RH langsung menuding KPU tak netral.
“Dengan alasan Cagub lain tak siap lah, takut kalah lah, dan KPU tak netral lah. Aneh saja sih melihat ada tim sukses yang selalu membuat gaduh suasana mendekati hari pencoblosan Pilgub Jambi. Seperti tak ada kerjaan saja ini para timses,” ujar Budi.
Melihat penyebaran informasi bohong dan kegaduhan yang diciptakan oleh oknum Timses Cagub RH ini, Budi meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar bertindak cepat.
“Kami minta APH menindaklanjuti para oknum Tim Sukses yang selalu membuat gaduh suasana politik dengan menebarkan kebohongan publik ini. Kalau berlanjut terus, saya takut akan bisa merusak Pilkada Damai,” harap Budi kepada APH.
“Saya melihat jatuhnya elektabilitas RH dikarenakan ulah Timsesnya sendiri yang selalu sebarkan hoax, tebar sana tebar sini. Kandidat lain sibuk kampanye cari masa nah sementara ini sibuk menebarkan hoax,” tukasnya.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi baik dari Cagub RH maupun tim pemenangan Romi-Sudirman. (*)







