Portalone.net – Gubernur Jambi, Al Haris, secara resmi membuka Jambi Business Matching Forum 2026 di Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (9/4/2026). Forum yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi bersama Rumah BUMN ini menjadi ajang “perjodohan” strategis antara pelaku UMKM dengan perusahaan pelat merah (BUMN) serta mitra usaha.
Dalam sambutannya, Al Haris mengapresiasi peran BUMN yang selama ini menjadi pendamping setia para pelaku usaha kecil di Bumi Pucuk Jambi Sembilan Lurah. Ia menegaskan, kolaborasi ini adalah bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap tulang punggung ekonomi daerah.
“UMKM kita ini luar biasa potensinya. Mereka tumbuh dari masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi dari bawah. Tapi harus kita akui, banyak yang masih butuh pendampingan,” ujar Al Haris di lokasi.
Sentil Kondisi Ekonomi dan Daya Beli Al Haris tak menampik adanya tantangan ekonomi global dan nasional yang mulai terasa di daerah. Meski pertumbuhan ekonomi Jambi masih positif, ia menyoroti adanya perlambatan perputaran uang dan penurunan daya beli masyarakat akibat dinamika kebijakan fiskal.
“Kita harus jujur, ada perlambatan yang dirasakan. Perputaran uang tidak sebesar sebelumnya. Karena itu, sektor riil harus diperkuat, dan UMKM adalah penopang utama yang harus kita jaga,” tegasnya.
Ia pun mendorong agar produk lokal terus bersolek, mulai dari kualitas, kemasan, hingga legalitas agar mampu merambah pasar internasional. Mantan Bupati Merangin ini juga mengajak instansi dan pelaku usaha perhotelan untuk memprioritaskan produk lokal.
“Kalau bukan kita yang dukung, siapa lagi? Ketika BUMN, hotel, dan restoran memberi ruang bagi produk lokal, efek bergandanya akan langsung dirasakan masyarakat,” tambah Al Haris.
Jangan Cuma Seremonial dan ‘Omon-omon’ Terkait penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan dalam acara tersebut, Gubernur mewanti-wanti agar kesepakatan tersebut tidak berakhir sebagai hiasan kertas belaka.
“Saya berharap MoU hari ini benar-benar ditindaklanjuti. Jangan berhenti di atas kertas atau seremoni saja. Harus ada realisasi pembelian, distribusi produk, dan kerja sama yang berkesinambungan,” tegasnya.
Libatkan puluhan UMKM Unggulan Sementara itu, Kepala Dinas Perindag Provinsi Jambi, Kemas Muhammad Fuad, menjelaskan forum ini memang difokuskan pada interaksi bisnis konkret, bukan sekadar acara formalitas. Senada dengan itu, CEO Rumah BUMN Jambi, Deko Sanjaya, melaporkan ada 29 UMKM unggulan yang dilibatkan untuk dikurasi dan dipertemukan dengan pasar.
Sebagai bukti nyata, sebanyak 10 MoU langsung diteken di lokasi, melibatkan perusahaan raksasa seperti PLN, Bank Mandiri, BNI, Telkom, hingga Pegadaian dengan berbagai brand lokal mulai dari kerajinan batik, madu, hingga kuliner.
“Tujuan besarnya adalah membangun ekosistem usaha yang kokoh di Jambi. Kita ingin UMKM tidak berjalan sendiri,” pungkas Deko.







