Merespons permintaan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan bahwa pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo berkomitmen mempermudah akses kepemilikan rumah bagi rakyat.
Maruarar mengungkapkan pihaknya tengah mengusulkan skema pengurangan suku bunga bagi nasabah tertentu.
“Tadi sudah kita diskusikan selama dua jam. Kita akan lakukan terobosan besar. Saya sudah buat proposal untuk mengurangi bunga menjadi 5 persen bagi 16 juta nasabah, terutama untuk ibu-ibu yang memiliki usaha di rumah,” kata pria yang akrab disapa Ara tersebut.
Dalam audiensi tersebut, Kementerian PKP memaparkan empat strategi utama yang akan diimplementasikan, yakni:
- Pemberdayaan Ekonomi: Menggandeng PNM Mekaar agar rumah yang direnovasi juga berfungsi sebagai tempat usaha produktif.
- Penataan Kawasan: Berfokus mengubah kawasan kumuh menjadi pemukiman sehat.
- Program BSPS: Memastikan seluruh kabupaten/kota di Jambi mendapatkan jatah program rumah swadaya.
- Simplifikasi Subsidi: Mempermudah akses KPR Tapak dan Rusun bagi MBR.
Menteri Ara mengapresiasi inisiatif Gubernur Al Haris yang membawa data lengkap dari daerah. Sebagai bentuk tindak lanjut, Maruarar berencana melakukan kunjungan kerja ke Jambi pada April 2026 mendatang atau setelah hari raya Idul Fitri.
“Saya senang bertemu Gubernur yang punya hati dan profesional seperti Pak Al Haris. Kita akan hadir langsung ke Jambi bulan April nanti untuk memastikan program ini berjalan,” pungkasnya.






