Portalone.net – Gangguan teknis kembali melanda sistem perbankan Bank Jambi (Bank 9 Jambi) pada Minggu (22/2/2026), yang memicu kekhawatiran massal di kalangan nasabah. Salah satu dampak paling fatal dialami oleh Indriyanti (50), seorang pensiunan di salah satu rumah sakit umum di Kota Jambi yang mendapati saldo tabungannya sebesar Rp 200 juta mendadak nihil.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jambi langsung mengeluarkan pernyataan resmi untuk menenangkan masyarakat.
Peristiwa yang dialami Indriyanti terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di ATM Bank Jambi daerah Pattimura. Saat hendak melakukan pengecekan, layar mesin ATM justru menunjukkan angka Rp 0, padahal saldo terakhirnya berkisar di angka Rp 200 juta.
“Saya kaget luar biasa. Uang itu hasil jerih payah saya selama bekerja, ada sekitar Rp 200 juta di sana. Begitu dicek, saldonya jadi nol,” ujar Indriyanti dengan nada gemetar saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
Penjelasan Resmi Dirut Bank Jambi
Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, S.E., mengklarifikasi bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh proses pemeliharaan sistem rutin dan optimalisasi fitur keamanan pada layanan Mobile Banking, ATM, dan Cash Recycle Machine (CRM).
Khairul menegaskan bahwa masalah saldo nol yang dialami nasabah bersifat administratif akibat proses sinkronisasi data yang tertunda.
“Manajemen Bank Jambi menegaskan bahwa dana seluruh nasabah dalam kondisi aman. Jika terdapat perbedaan tampilan saldo selama masa pemeliharaan ini, hal tersebut bersifat sistemik. Kami menjamin tidak ada pengurangan saldo secara ilegal,” tegas Khairul dalam keterangan tertulisnya, Minggu.
Langkah Mitigasi dan Validasi Data
Pihak bank menyatakan bahwa langkah optimalisasi ini diambil untuk memperkuat proteksi data terhadap ancaman siber. Berikut adalah poin-poin penting dari pihak manajemen:






