Marak Konvoi Remaja Tanpa Helm di Kota Jambi saat Malam Ramadan, Warga Resah Takut Begal

Iring-iringan sepeda motor tanpa plat nomor memadati jalanan Kota Jambi di atas pukul 22.00 WIB, memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi tindak kriminalitas dan balap liar. (Foto: Istimewa)

“Seharusnya bulan Ramadan jadi momentum untuk fokus ibadah. Tapi kalau sudah jam 10 malam ke atas, jalanan malah penuh anak muda yang konvoi tidak jelas. Ini sangat berisiko menjadi aksi begal atau kejahatan lainnya,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Desakan Kesiagaan Polri Selama 30 Hari
Menanggapi fenomena tersebut, masyarakat mendesak pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jambi dan Polresta Jambi untuk meningkatkan kesiagaan selama 30 hari penuh masa Ramadan. Polisi diharapkan tidak hanya melakukan patroli rutin, tetapi juga menempatkan personel di titik-titik rawan secara stasioner.

Bacaan Lainnya

Masyarakat berharap kepolisian melakukan langkah-langkah preventif dan represif, antara lain:

  • Patroli Skala Besar: Melibatkan personel gabungan pada jam-jam rawan (menjelang tengah malam hingga waktu sahur).
  • Sanksi Tegas: Melakukan penilangan hingga penyitaan kendaraan bagi remaja yang kedapatan tidak melengkapi surat-surat atau menggunakan knalpot brong.
  • Penegakan Hukum: Tindakan tegas bagi pelaku yang terbukti membawa senjata tajam atau terindikasi melakukan tindak pidana.
Baca Juga:  Polda Jambi Gelar Sosialisasi DIPA RKA-K/L TA 2026 dan Teken Pakta Integritas

Kehadiran polisi secara konsisten di lapangan sangat diharapkan guna menjamin kekhusyukan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif di Kota Beradat tersebut.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *