“Seharusnya bulan Ramadan jadi momentum untuk fokus ibadah. Tapi kalau sudah jam 10 malam ke atas, jalanan malah penuh anak muda yang konvoi tidak jelas. Ini sangat berisiko menjadi aksi begal atau kejahatan lainnya,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Desakan Kesiagaan Polri Selama 30 Hari
Menanggapi fenomena tersebut, masyarakat mendesak pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jambi dan Polresta Jambi untuk meningkatkan kesiagaan selama 30 hari penuh masa Ramadan. Polisi diharapkan tidak hanya melakukan patroli rutin, tetapi juga menempatkan personel di titik-titik rawan secara stasioner.
Masyarakat berharap kepolisian melakukan langkah-langkah preventif dan represif, antara lain:
- Patroli Skala Besar: Melibatkan personel gabungan pada jam-jam rawan (menjelang tengah malam hingga waktu sahur).
- Sanksi Tegas: Melakukan penilangan hingga penyitaan kendaraan bagi remaja yang kedapatan tidak melengkapi surat-surat atau menggunakan knalpot brong.
- Penegakan Hukum: Tindakan tegas bagi pelaku yang terbukti membawa senjata tajam atau terindikasi melakukan tindak pidana.
Kehadiran polisi secara konsisten di lapangan sangat diharapkan guna menjamin kekhusyukan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif di Kota Beradat tersebut.






