Ia meminta para bupati dan wali kota turut berperan aktif menghidupkan anjungan daerah sebagai etalase potensi lokal. Menurutnya, keberadaan anjungan tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga ruang ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Terkait parade budaya, Al Haris mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana menampilkan keragaman seni, busana, musik, tarian, dan tradisi yang mencerminkan kekayaan budaya Jambi, sekaligus memperkuat pesan bahwa Jambi merupakan destinasi yang otentik, berkarakter, dan ramah bagi wisatawan serta investor.
Sementara itu, pembukaan Jambi Mantap Expo disebut sebagai upaya memperlihatkan kesiapan Jambi sebagai daerah yang terbuka, aman, dan menjanjikan bagi investasi, serta serius memberdayakan UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat. Expo tersebut menampilkan potensi unggulan daerah, mulai dari industri kreatif, pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga inovasi pelayanan publik dan transformasi digital.
“Kita ingin mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas, membuka peluang investasi, serta menumbuhkan ekosistem ekonomi daerah yang sehat dan kompetitif,” kata Al Haris. **







