Portalone.net – Gubernur Jambi Drs. H. Al Haris, S.Sos., MH resmi meluncurkan program “Jambi Elok Nian” sekaligus membuka Parade Budaya Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi di Taman Mini Melayu Jambi, Selasa (6/1/2026) siang. Pada kesempatan yang sama, turut dibuka pameran Jambi Mantap Expo.
Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris), Ketua DWP Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman, para bupati/wali kota se-Provinsi Jambi, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Al Haris menyampaikan bahwa program “Jambi Elok Nian” ditujukan untuk memperkuat identitas Provinsi Jambi sekaligus membangun branding daerah yang berakar pada budaya, nilai keislaman, dan potensi pariwisata berkelanjutan. Ia menegaskan “Jambi Elok Nian” bukan sekadar slogan, tetapi narasi besar yang menggambarkan keunikan alam, kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta nilai lokal yang hidup di Jambi.
Al Haris juga menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mengaktifkan kawasan Taman Mini Melayu Jambi sebagai pusat kegiatan budaya dan ekonomi masyarakat. Seluruh anjungan kabupaten/kota, kata dia, akan difungsikan secara berkelanjutan dengan menampilkan ciri khas daerah masing-masing.
“Ke depan akan ada event rutin setiap bulan di seluruh kabupaten/kota. Agenda tersebut diisi dengan bazar UMKM, pameran kuliner, serta pertunjukan seni dan budaya lokal. Lokasi ini kami niatkan akan aktif, dan semua anjungan kabupaten/kota dibuka terus,” ujarnya.
Ia meminta para bupati dan wali kota turut berperan aktif menghidupkan anjungan daerah sebagai etalase potensi lokal. Menurutnya, keberadaan anjungan tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga ruang ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Terkait parade budaya, Al Haris mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana menampilkan keragaman seni, busana, musik, tarian, dan tradisi yang mencerminkan kekayaan budaya Jambi, sekaligus memperkuat pesan bahwa Jambi merupakan destinasi yang otentik, berkarakter, dan ramah bagi wisatawan serta investor.
Sementara itu, pembukaan Jambi Mantap Expo disebut sebagai upaya memperlihatkan kesiapan Jambi sebagai daerah yang terbuka, aman, dan menjanjikan bagi investasi, serta serius memberdayakan UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat. Expo tersebut menampilkan potensi unggulan daerah, mulai dari industri kreatif, pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga inovasi pelayanan publik dan transformasi digital.
“Kita ingin mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas, membuka peluang investasi, serta menumbuhkan ekosistem ekonomi daerah yang sehat dan kompetitif,” kata Al Haris. **







