- Pertambangan: 48,13%
- Industri: 44,46%
- Pertanian: 7,41% dengan pinang menyumbang 5,34%
Ini menunjukkan bahwa pinang masih menjadi komoditas pertanian dengan kontribusi ekspor terbesar bagi Jambi.
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, menyebut permintaan global untuk pinang terus meningkat, terutama dari India, Iran, dan Bangladesh. Pemerintah pusat terus memperluas akses pasar melalui perjanjian perdagangan dan promosi ekspor.
Direktur PT Export Tani Nusantara, Al-Fiqie, menambahkan bahwa nilai ekonomi sektor pertanian semakin menjanjikan berkat permintaan pasar dan dukungan teknologi. Menurutnya, peluang usaha terbuka mulai dari budidaya pinang hingga pengolahan hasil pertanian.
Sekda Sudirman berharap ekspor ini memacu peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan kesejahteraan petani Jambi, serta memperkuat kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional. (*)







