Menurutnya, untuk meningkatkan produksi padi nasional, Kementerian Pertanian menerapkan program Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang mencakup 21 provinsi.
Namun, berdasarkan capaian pelaksanaan SID dan konstruksi fisik Oplah serta CSR hingga Maret 2025, realisasinya masih rendah. Oleh karena itu, komitmen seluruh pihak diperlukan agar percepatan program ini dapat terlaksana sesuai target.
Wakil Bupati Tanjab Barat, Dr. H. Katamso, menyampaikan bahwa dalam rakor ini pihaknya mendapatkan arahan teknis dari pemerintah pusat mengenai langkah-langkah yang harus dijalankan oleh pemerintah daerah.
Salah satu poin utama adalah pembentukan Tim Percetakan Sawah yang akan segera dibentuk dengan Sekretaris Daerah sebagai ketua, melibatkan lintas sektoral seperti perizinan, kehutanan, dan Pekerjaan Umum (PU).
“Ke depan, kami akan mengoptimalkan lahan seluas 7.671 hektare di Tanjab Barat guna mendukung swasembada padi daerah. Jika produksi padi bisa melampaui kebutuhan lokal, maka kami akan turut berkontribusi dalam swasembada beras tingkat provinsi,” ungkap Katamso. (one)













