“Kan kondisi jalannya sempit, jadi mungkin daerah-daerah yang bisa diperlebar setidaknya ada alat berat di situ. Karena ini bus-bus kalau berselisih, jalan yang sebelumnya tidak memungkinkan, ini mau dikemanakan,” tambahnya.
Mustaharudin mengakui bahwa Pemprov Jambi sebelumnya telah memperbaiki Jalan Lintas Tebo hingga ke Tanjung Aur sepanjang sekitar 80 kilometer. Namun, ruas jalan Simpang Lopon hingga ke perbatasan Sumbar yang kini menjadi jalan alternatif masih belum mendapat perhatian.
Masyarakat dan pengguna jalan berharap pemerintah segera turun tangan agar jalur ini bisa lebih layak dan aman untuk dilalui. Selain itu, perbaikan jalur utama juga menjadi prioritas agar arus transportasi bisa kembali normal seperti sebelumnya. (one)







