Portalone.net – Bulan Ramadan sering kali dianggap sebagai momentum transformasi spiritual. Namun, di balik nilai ibadahnya, bulan suci ini juga menjadi cermin nyata untuk melihat karakter asli seseorang, termasuk bagi mereka yang sedang mempertimbangkan jenjang pernikahan.
Kondisi fisik yang menahan lapar dan dahaga, serta perubahan pola tidur, secara alami akan menguji tingkat kesabaran dan manajemen emosi seseorang.
Melansir berbagai tinjauan psikologi relasi, berikut adalah lima tanda pria merupakan calon suami yang tepat berdasarkan sikapnya selama bulan Ramadan:
1. Kemampuan Mengelola Emosi saat “Low Battery”
Kondisi perut kosong dan dehidrasi sering kali memicu rasa kantuk dan mudah tersinggung (cranky). Pria yang tetap mampu menjaga lisan, tidak mudah terpancing emosi saat terjebak macet menjelang berbuka, atau tetap tenang menghadapi kendala teknis, menunjukkan kematangan emosional yang tinggi.
Hal ini menjadi indikator penting bagaimana ia akan menghadapi tekanan rumah tangga di masa depan.
2. Inisiatif Ibadah tanpa Bersikap Menghakimi
Calon imam yang baik tidak hanya fokus pada kesalehan pribadi, tetapi juga memiliki jiwa pembimbing. Perhatikan bagaimana ia mengajak Anda untuk shalat tarawih atau sekadar mengingatkan waktu subuh.
Jika ia mengajak dengan cara yang lembut dan suportif bukan dengan cara menggurui atau menghakimi itu menandakan ia memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis dan menghargai pasangan.
3. Skala Prioritas antara Teman dan Keluarga
Ramadhan identik dengan agenda “buka bersama” atau bukber. Di sini, Anda bisa melihat cara ia membagi waktu. Pria yang tetap mengutamakan waktu berbuka bersama keluarga di rumah dibandingkan terus-menerus menghadiri bukber lingkaran pertemanannya menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang berorientasi pada keluarga (family-oriented).
4. Kepedulian Sosial dan Kedermawanan
Ramadan adalah bulan berbagi. Perhatikan bagaimana sikapnya terhadap orang yang membutuhkan. Apakah ia memiliki inisiatif untuk berbagi takjil atau menyisihkan sebagian rezekinya untuk sedekah tanpa perlu dipamerkan?
Sifat dermawan dan tidak perhitungan dalam hal kebaikan merupakan sinyal positif bahwa ia akan menjadi sosok suami yang bertanggung jawab dan tidak pelit dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga nantinya.
5. Menghargai Kondisi Fisik Pasangan
Empati adalah kunci dalam hubungan. Jika ia mengerti ketika Anda merasa lelah karena menyiapkan sahur atau bekerja sambil berpuasa, dan ia justru menawarkan bantuan atau tidak menuntut hal-hal yang memberatkan, maka ia adalah sosok yang pengertian.
Pria yang tepat tidak akan menaruh beban ekspektasi yang tidak realistis kepada pasangannya, terutama dalam situasi yang menantang secara fisik.
Kesimpulan
Karakter asli seseorang biasanya muncul di saat-saat sulit. Jika pasangan Anda mampu melewati ujian kesabaran dan menunjukkan kepedulian di bulan Ramadan, hal tersebut bisa menjadi pertimbangan kuat untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.






