Kontroversi Libur Sekolah Sebulan di Bulan Ramadan, P2G Minta Kebijakan Dikaji Ulang

Ilustrasi anak SMU sedang mengikuti pelajaran di sekolah. Foto: Freepik

Misal dengan mengurangi jam pelajaran dari 45 menjadi 30-35 menit. Kemudian mengubah jam masuk sekolah lebih siang dan lebih cepat pulang atau juga belajar aktif hanya dua minggu pada pertengahan ramadan, jadi opsinya ada banyak.

Jika siswa libur selama puasa, akan berdampak negatif terhadap capaian pembelajaran mereka. Kurikulum dan materi pembelajaran akan banyak yang tertinggal.

Bacaan Lainnya

Selain itu juga adiksi remaja terhadap gadget perlu diperhatikan. Alih-alih mengisi Ramadan di rumah, yang terjadi anak asyik bermain media sosial internet seharian penuh.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan masih mengkaji usulan ini. Mereka menekankan pentingnya menyeimbangkan antara kebutuhan siswa dalam melaksanakan ibadah Ramadan dan memastikan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas tetap terpenuhi. (one)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *