Misal dengan mengurangi jam pelajaran dari 45 menjadi 30-35 menit. Kemudian mengubah jam masuk sekolah lebih siang dan lebih cepat pulang atau juga belajar aktif hanya dua minggu pada pertengahan ramadan, jadi opsinya ada banyak.
Jika siswa libur selama puasa, akan berdampak negatif terhadap capaian pembelajaran mereka. Kurikulum dan materi pembelajaran akan banyak yang tertinggal.
Selain itu juga adiksi remaja terhadap gadget perlu diperhatikan. Alih-alih mengisi Ramadan di rumah, yang terjadi anak asyik bermain media sosial internet seharian penuh.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan masih mengkaji usulan ini. Mereka menekankan pentingnya menyeimbangkan antara kebutuhan siswa dalam melaksanakan ibadah Ramadan dan memastikan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas tetap terpenuhi. (one)







