Arrow function mirip seperti regular function secara perilaku, namun penulisannya jauh berbeda. Sama seperti namanya, fungsi didefinisikan dengan menggunakan tanda panah (=>) dan tentu penulisan fungsi dengan arrow ini akan lebih singkat.
- const upperizedNames = ["Dimas", "Widy", "Buchori"]
- .map(function(name) {
- return name.toUpperCase();
- });
- console.log(...upperizedNames);
- /* output:
- DIMAS WIDY BUCHORI
- */
Sedangkan menggunakan arrow function akan tampak seperti ini:
- const upperizedNames = ["Dimas", "Widy", "Buchori"]
- .map(name => name.toUpperCase());
- console.log(...upperizedNames);
- /* output:
- DIMAS WIDY BUCHORI
- */
Pada kasus fungsi yang dituliskan dalam satu baris dengan arrow function kita dapat menghapus kata function, tanda kurung, tanda kurawal, kata return, dan semicolon (;). Kita hanya perlu menambahkan tanda panah (=>) di antara parameter dan kode fungsinya.

Lihat betapa sederhananya jika kita menggunakan arrow function
Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.






